KONSEP RAḌA’AH PADA DONOR ASI (KAJIAN MA’ANI HADITS)

Ningsih, Hera Puspita (2022) KONSEP RAḌA’AH PADA DONOR ASI (KAJIAN MA’ANI HADITS). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
bismillah bener.pdf

Download (1MB)

Abstract

ABSTRAK
Hera Puspita Ningsih, 2022: Konsep Raḍa’ah Pada Donor ASI (Kajian Ma’ani Hadits).
Kata kunci: raḍa’ah, donor ASI, ma’ani hadits
Berdasarkan berbagai penelitian tentang manfaat ASI, sudah tidak dapat diragukan lagi jika ASI alami ciptaan Tuhan merupakan nutrisi terbaik bagi bayi, namun sayangnya pada kondisi tertentu seorang bayi tidak memiliki kesempatan mendapatkan ASI dari ibunya, sehingga solusi lain yang lebih baik dari susu formula ialah diberikan ASI donor yang telah memenuhi syarat donor. Donor ASI sudah dikenal sejak zaman Nabi Muhammad ﷺ masih bayi, yang dalam Islam dikenal dengan istilah raḍa’ah. Berdasarkan hadits Nabi Muhammad ﷺ raḍa’ah mengakibatkan hubungan kemahraman sebagaimana mahram nasab.
Skripsi ini membahas mengenai konsep raḍa’ah pada donor ASI dalam perspektif kajian ma’ani hadits dengan fokus kajian ialah: 1) Bagaimanakah pemaknaan terhadap hadits Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam tentang raḍa’ah? 2) Bagaimana relevansi hadits raḍa’ah pada praktik donor ASI dalam pandangan ilmu pengetahuan?. Berdasarkan fokus kajian tersebut maka tujuan penelitian dari skripsi ini ialah: 1) Mendapatkan pemaknaan hadits Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam tentang raḍa’ah, 2) Mengetahui relevansi hadits raḍa’ah pada praktik donor ASI dalam pandangan ilmu pengetahuan.
Untuk memperoleh tujuan penelitian, peneliti menggunakan metode deskriptif analitis. Selain itu, peneliti menggunakan teori ma’anil hadits yang digagas oleh Nurun Najwah guna memperoleh pemaknaan terhadap hadits raḍa’ah, secara garis besar teori tersebut terdiri dari metode historis dan metode hermeneutika. Selanjutnya peneliti mengkorelasikan relevansi pemakanaan hadits raḍa’ah dengan ilmu pengetahuan, yang mana di Indonesia terjadi melalui praktek donor ASI.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa raḍa’ah jelas memberikan dampak konsekuensi hukum kemahraman bagi yang melakukannya, tetapi berdasarkan dalil nas Al-Qur’an, hadits, dan pendapat para Ulama’ ada beberapa syarat dan ketentuan, sehingga penyusuan yang dilakukan bisa disebut atau dimasukkan dalam kategori raḍa’ah yang menjadikannya termasuk mahram sebagaimana mahram nasab atau tidak. Hal ini sangat relevan dengan pandangan ilmu pengetahuan kesehatan atau medis, jika ASI yang masuk dari seorang ibu ke tubuh anak akan membentuk organ dan sel-sel tubuh, sehingga anak yang disusui turut memiliki bagian gen atau darah ibu susuannya yang secara tidak langsung menjadikannya sedarah dengan si ibu dan keluarga (mahram nasab ibu susuan), apabila terjadi pernikahan maka akan kemungkinan besar mengalami berbagai masalah kecacatan baik mental maupun fisik.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits
Depositing User: Hera Puspita Ningsih
Date Deposited: 26 Jul 2022 02:13
Last Modified: 26 Jul 2022 02:13
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/11057

Actions (login required)

View Item View Item