Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Alokasi Belanja Modal Pemerintah Provinsi Se-Jawa Periode Tahun 2013-2017

DWI WAHYUNI, ENDANG (2020) Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Alokasi Belanja Modal Pemerintah Provinsi Se-Jawa Periode Tahun 2013-2017. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
ENDANG DWI WAHYUNI_E20163030.pdf - Submitted Version

Download (4MB)

Abstract

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang otonomi daerah dan desentralisasi fiskal menyebutkan bahwa daerah memiliki kewenangan untuk menentukan besarnya alokasi sumber daya ke dalam belanja modal dengan menganut asas kepatuhan, kebutuhan, dan kemampuan daerah. Anggaran sektor publik berisi rencana kegiatan yang dipresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), merupakan rencana keuangan tahunan Pemda yang dibahas dan disetujui bersama oleh Pemda dan DPRD, dan ditetapkan dengan peraturan daerah. Dalam APBD terdapat pos pendapatan (PAD, dana perimbangan, serta pembiayaan lain yang sah) serta pos pembelanjaan (untuk kebutuhan fasilitas publik dan penyejahteraan masyarakat) Rumusan masalah yang diteliti dalam skripsi ini yaitu (1) apakah PAD berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pemprov se-Jawa? (2) apakah DAU berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pemprov se-Jawa? (3) apakah SiLPA berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pemprov se-Jawa? (4) apakah PAD, DAU, dan SiLPA secara simultan berpengaruh signifikan terhadap belanja modal pemprov se-Jawa? Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pengaruh PAD terhadap belanja modal (2) untuk mengetahui pengaruh DAU terhadap belanja modal (3) untuk mengetahui pengaruh SiLPA terhadap belanja modal (4) untuk mengetahui pengaruh pembiayaan PAD, DAU, dan SiLPA secara simultan terhadap belanja modal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis peneitian statistik deskriptif. Populasi penelitian yaitu seluruh pemerintah provinsi se-Indonesia berjumlah 34 provinsi. Sedangkan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling yaitu yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian. Terdapat 30 data sampel dari pemerintah provinsi se-Jawa periode 2013-2017. Alat analisis data berupa, uji asumsi klasik dan analisis regresi linier berganda, uji hipotesis dan uji koefisien determinasi (R2) dengan bantuan program SPSS Statistics Versi 22. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel PAD dan SiLPA berpengaruh signifikan atau positif terhadap belanja modal. Variabel PAD nilai signifikansi 0,012 < 0,05 dan nilai thitung sebesar 2,707 > ttabel 2,056. Variabel SiLPA nilai signifikansi 0,022 < 0,05 dan nilai thitung sebesar 2,433 > ttabel 2,056. Berbeda dengan variabel DAU yang berpengaruh tapi tidak signifikan terhadap belanja modal karena memiliki nilai signifikansi 0,057 > 0,05 dan nilai thitung sebesar -1,995 < ttabel 2,056. Sedangkan secara simultan variabel PAD, DAU, dan SiLPA berpengaruh positif dan signifikan terhadap alokasi belanja modal dengan nilai signifikansi 0,000 < 0.05 dan nilai Fhitung 9,331 > Ftabel 2,98.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Depositing User: Mr abdul mangang
Date Deposited: 05 Sep 2022 09:25
Last Modified: 05 Sep 2022 09:25
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/12902

Actions (login required)

View Item View Item