Kepemimpinan Tuan Guru Pesantren Darul Falah Mataram dalam Perubahan Budaya Rebo Bontong di Lombok; Studi kasus di Pondok Pesantren Darul Falah Mataram Lombok.

ARIFIN, MUHAMAD (2020) Kepemimpinan Tuan Guru Pesantren Darul Falah Mataram dalam Perubahan Budaya Rebo Bontong di Lombok; Studi kasus di Pondok Pesantren Darul Falah Mataram Lombok. Undergraduate thesis, IAIN Jember.

[img] Text
MUHAMAD ARIFIN_0841917024.pdf - Submitted Version

Download (11MB)

Abstract

Mayarakat Lombok memiliki satu tradisi unik dalam menyambut hari Rabu terakhir bulan Shafar hijriyah. Mereka menyebutnya dengan sebutan Rebo Bontong. Hari itu dipercaya oleh sebagian masyarakat Lombok sebagai hari turunnya berbagai macam bencana bagi kehidupan manusia. Untuk menjauhkan diri dari bencana itu, masyarakat mengisinya dengan banyak tradisi. Mandi bersama di pantai, sumur-sumur tertentu, dan sungai adalah bentuk kebiasaan mengisi Rebo Bontong di Lombok. Semua kebiasaan itu sesungguhnya bertentangan dengan ajaran Islam. Kepemimpinan Tuan Guru Pesantren Darul Falah hadir untuk merubah kebiasaan itu dengan kegiatan yang sarat dengan muatan agama. Kepemimpinan Tuan Guru di pondok pesantren bukan hanya menjalankan fungsi kepemimpinan sebagai formal leader yang bersumber pada kedudukannya, tetapi juga sebagai real leader yang memiliki unsur-unsur kepemimpinan yang nyata seimbang dengan kualitas pribadinya. Fokus dalam penelitian ini adalah : 1) Gaya kepemimpinan Tuan Guru dalam perubahan budaya Rebo Bontong, 2) Proses perubahan budaya Rebo Bontong, 3) Memahami makna Tuan Guru membangun motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan Pondok Pesantren Darul Falah melalui kegiatan budaya Rebo Bontong. Ketiga fokus tersebut diteliti dengan pendekatan teori kepemimpinan transformatif yang dikemukakan Bernard M. Bass, Sthephen P. Robbins, dan juga dengan pendekatan teori manajeman perubahan yang dikemukakan Kurt Lewin, Sthephen P. Robbins, serta dengan pendekatan teori motivasi yang dikemukakan Clayton Alderfer dan beberapa teori lain yang relevan. Penelitian ini menggunakan model penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi partisipan, wawancara, dan studi dokumen. Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan beberapa langkah, yaitu: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Temuan penlitian : 1) Gaya Kepemimpinan Tuan Guru dalam perubahan budaya Rebo Bontong di Pondok pesantren Darul Falah Mataram Lombok; Pertama kepemimpinan transformatif dan yang kedua kepemimpinan karismatik. 2) Proses perubahan budaya Rebo Bontong yang dilakukan oleh Tuan Guru Pondok Pesantren Darul Falah Mataram Lombok; pertama: tirakat (al-Tazkiyat al-Nufus), kedua, pengenalan (al-tanshiat al-ijtima’iyah), ketiga: pembentukan (al-takwin) keempat: pelaksanaan (al-tanfidz) dan yang kelima, kesinambungan (al-Istimrar). Temuan peneliti mengembangkan teori perubahan Kurt Lewin yaitu: pertama: pencairan (unfreezing), kedua: implementasi (changing/movement) dan yang ketiga: stabilisasi (refreezing). 3) memahami makna Tuan Guru membangun motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengembangan Pondok Pesantren Darul Falah Mataram Lombok melalui kegiatan budaya Rebo Bontong, adalah motivasi religious spiritual dan kebutuhan Eksistence (keberadaan) yaitu dengan mengapresiasi keberhasilan angota, Growth (Pertumbuhan) yaitu memberdayakan SDM dan pihak-pihak terkait, terakhir, Relatedness (kekerabatan/keterkaitan) yaitu Tuan Guru mengunjungi alumni dan masyarakat. Kepemimpinan Tuan Guru dalam perubahan budaya Rebo Bontong di pesantren Darul Falah Mataram adalah kepemimpinan transformatif religious

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Program Doktoral > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Mr abdul mangang
Date Deposited: 08 Nov 2022 07:11
Last Modified: 08 Nov 2022 07:11
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/14735

Actions (login required)

View Item View Item