Relevansi Dakwah Islam Dengan Budaya Ojung (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Budaya Ojung Di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Situbondo

Gafur, Abdul (2019) Relevansi Dakwah Islam Dengan Budaya Ojung (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Budaya Ojung Di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Situbondo. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
ABDUL GAFUR_082121009.pdf

Download (3MB)

Abstract

Ojung merupakan tradisi saling memukul badan dengan menggunakan rotan yang dimainkan oleh dua orang laki-laki. Cara mereka melakukannya adalah dua orang pria saling berhadapan dengan memegang rotan dan bertelanjang dada. Ojung dilakukan di Desa Wringinanom untuk meminta hujan, dan selametan desa. Di dalam pelaksanaan Ojung ini terdapat simbol-simbol yang perlu dikaji maknamakannya karena di dalam Ojung yang dilakukan di Desa Wringinanom dikolaborasikan dengan beberpa aktivitas keislman seperti khataman al-Qur’an. Realitas ini menjadi daya tarik penulis untuk mengkaji makna-makan dari simbolsimbol yang terdapat di dalam Ojung. Oleh karenanya penulis mengangkat judul penelitian “Relevansi Dakwah Islam Dengan Budaya Ojung (Analisis Semiotika Roland Barthes Pada Budaya Ojung Di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Wringinanom Situbondo” Fokus di dalam penelitian ini adalah 1) Adakah Relevansi Dakwah Islam dengan Budaya Ojung di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbando ? 2) Bagaimana bentuk Relevansi Dakwah Islam dengan Budaya Ojung di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbando ? dangan tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan relevansi dakwah Islam dengan Budaya Ojung di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo 2) bentuk Relevansi Dakwah Islam dengan Budaya Ojung di Desa Wringinanom Kecamatan Jatibanteng Kabupaten Situbondo Metode yang dugunakan dalam penelitiian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendektan semiotika Roland Barthes yang mengkalsifikasi makna tanda menjadi tiga komponen yaitu denotasi, konotasi dan mitos. Setelah peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi serta mereduksi data, mendesplay data dan menverikasinya. Kemudian untuk mendapatkan data yang absah peneliti melakukannya dengan triangulasi data, sehingga mendapatkan sebuah kesimpulan. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah relevasni budaya Ojung dengan dakwah Islam secara denotatif mayarakat memkani ojung adalah perbuatan memukul yang nengakibatkan sakit, di balik rasa akit itu dimaknai sevara konotatif bahwa mereka melakukannya delam keadaan rela atau tidak ada keterpaksaan. Masyarakat yang melakukan itu semua memnag terjadi karena budaya dan latar belakang mereka yang menjadi penorong untuk tetap rela dalam ojung meski mendapat rasa sakit (mitos). Bentuk relevansi budaya Ojung dengan dakwah islamiyah adalah keihlasan, keberanian, dan kebersamaan (ukhuwah islamiyah).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 07 AGRICULTURAL AND VETERINARY SCIENCES > 0701 Agriculture, Land and Farm Management > 070199 Agriculture, Land and Farm Management not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Ms Diva Magang
Date Deposited: 10 Feb 2023 07:15
Last Modified: 10 Feb 2023 07:15
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/18655

Actions (login required)

View Item View Item