Hak dan Kewajiban Perempuan dalam Rumah Tangga Menurut Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Misbah)

Aini, Zulfia Nur (2019) Hak dan Kewajiban Perempuan dalam Rumah Tangga Menurut Al-Qur’an (Studi Komparatif Tafsir Ath-Thabari dan Tafsir Al-Misbah). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Zulfia Nur Aini_U20151006.pdf

Download (4MB)

Abstract

Problem utama dari penelitian tentang hak dan kewajiban perempuan dalam rumah tangga ialah banyaknya praktek kekerasan dan kesewenang-wenangan kaum laki-laki kepada kaum perempuan utamanya dalam rumah tangga. Beberapa ayat AlQur’an diposisikan sebagai legalitas tindakan arogansi dan superior kaum lelaki atau suami. Dengan dalih agama dan budaya patriarkhi kekerasan dalam rumah tangga seakan bisa dilanggengkan. Penelitian ini akan menjelaskan beberapa ayat yang terkait dengan hak dan kewajiban perempuan dalam rumah tangga dengan mengkomparasikan dua tafsir dengan masa yang berbeda yaitu Tafsir Al-Misbah karya M.Quraish shihab dan Tafsir Ath-Thabari karya Ibn Jarir Ath-Thabari. Permasalahan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah, bagaimana Al-Qur’an menjelaskan hak-hak dan kewajiban perempuan dalam rumah tangga, kemudian bagaimana penafsiran Tafsir Al-Misbah dan Tafsir Ath-Thabari terhadap ayat-ayat tersebut, serta bagaimana persamaan dan perbedaannya. Penelitian ini menggunakan metode analitis deskriptif komparatif yaitu dengan mendeskripsikan masing-masing penafsiran kemudian dianalisa dan dikomparasikan. Penelitian ini berupaya memberi gambaran secara deskriptif-analisis terhadap hak dan kewajiban perempuan menurut Al-Misbah dan Ath-Thabari. Hak dan kewajiban perempuan dalam rumah tangga dalam Al-Qur’an ialah, mendapatkan keadilan dari seorang suami jika suami beristri lebih dari satu, mendapatkan mahar, mendapatkan warisan, mendapatkan kasih sayang, dan juga mendapatkan nafkah. Dari berbagai hak yang dimiliki, seorang istri juga mempunyai kewajiban yaitu, mentaati suami dan menjaga pandangan kepada lelaki selain suami. Adapun penafsiran tafsir Al-misbah dan Ath-Thabari serta persaamaan dan perbedaannya ialah Pertama, Tentang keadilan dalam poligami penafsiran Al-misbah dan Ath-thabari pada dasarnya sama hanya berbeda tentang tolak ukur poligami, menurut Al-Misbah poligami bersyarat adil dalam materi dan cinta, sedangkan menurut Ath-thabari hanya bersyarat suka dan tidak sewenang-wenang. Kedua, tentang mahar Al-Misbah mengartikannya sebagai pemberian suami tanpa mengharap imbalan, sedangkan Ath-Thabari mengartikannya sebagai keharusan yang wajib dipenuhi. Ketiga, tentang pembagian warisan keduanya sama, hanya berbeda pada titik ukur mudharat, menurut Al-Misbah mudharat ketika lebih dari ukuran dan menurut ath-thabari mudharat ketika tidak bersih dari hutang. Keempat, tentang kasih sayang Al-Misbah mengartikan ma’ruf dengan berbuat kepada istri dalam keadaan cinta ataupun tidak, sedangkan menurut Ath-thabari ma’ruf tidak diwajibkan hanya sebagai bentuk seruan Allah kepada suami untuk bersabar. Kelima, tentang nafkah keduanya mengatakan wajib kecuali untuk wanita yang dicerai, akan tetapi jika dalam keadaan hamil wajib diberi nafkah. Keenam, menurut Al-misbah dan Ath-Thabari istri wajib melayani suami sebagai timbal balik suami yang telah menafkahi istri. Ketujuh, istri harus menjaga pandangan dalam artian tidak menampakkan aurat kepada selain suami.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012899 Islamic Family Law not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Ms Diva Magang
Date Deposited: 17 Mar 2023 01:24
Last Modified: 17 Mar 2023 01:24
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/20349

Actions (login required)

View Item View Item