Analysis Of Actions By Jember’s Content Creators After The New Monetization Rules

Authors

  • Win Bernadien UIN KH. Achmad Shiddiq
  • Mawardi Purbo Sanjoyo UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

DOI:

https://doi.org/10.35719/hrtg.v3i2.94

Keywords:

youtube, social existence, economic existence

Abstract

ABSTRACT

The Youtube application is rapidly expanding and changing how Indonesians enjoy the media. The increasing public interest in the existence of Youtube is shown by the growing number of content creators, known as Youtubers and Youtubers themselves. So the exciting thing to study is how Youtubers maintain their existence on Youtube, both socially and economically, because it is undeniable that humans want to exist in the social environment (Homo Homini Socius) and the economic environment (Homo economics). This study uses a qualitative method that presents a social perspective to understand the phenomenon of the research subject. The results of this research are the social and economic existence of Youtubers can be seen from the content created before or after the new Youtube Partner Program (YPP). Tepe46 and Abdikos are Youtubers from Jember who have similarities in maintaining their identity and social existence. However, it is different in maintaining economic reality, where Abdikos takes practical actions while Tepe46 tends to be instrumental. This was done because they saw the track record of their Youtube viewers and monestations.

ABSTRAK

Saat ini aplikasi Youtube dengan cepat merambah dan mengubah cara orang Indonesia dalam menikmati media. Meningkatnya animo masyarakat akan eksistensi Youtube ditunjukkan dengan jumlah content creator atau yang dikenal dengan istilah Youtuber dan penikmat Youtube sendiri yang semakin besar. Maka hal yang menarik untuk dikaji yaitu bagaimana kemudian para Youtuber mempertahankan eksistensinya di Youtube, baik dalam eksistensi sosial dan ekonomi. Karena tidak dapat dipungkiri manusia ingin eksis dalam lingkungan sosial (Homo Homini Socius) dan lingkungan ekonomi (Homo Ekconomicus). Dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menyajikan prespektif sosial guna memahami fenomena dari subjek penelitian. Adapun hasil dari penelitian ini adalah eksistensi sosial dan ekonomi para Youtuber dapat dilihat dari konten yang dibuat baik sebelum atau sesudah baru Youtube Partner Program (YPP). Tepe46 dan Abdikos adalah Youtuber asal Jember yang memiliki kesamaan dalam menjaga identitas dan eksistensi sosialnya. Namun berbeda dalam menjaga eksistensi ekonomi, di mana Abdikos melakukan tindakan afektif sedangkan Tepe46 cenderung instrumentalis. Hal tersebut dilakukan karena melihat rekam jejak viewers dan monestasi Youtube mereka.

References

Chandra, E. (2018). YOUTUBE, CITRA MEDIA INFORMASI INTERAKTIF ATAU MEDIA PENYAMPAIAN ASPIRASI PRIBADI. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 1(2), 406. https://doi.org/10.24912/jmishumsen.v1i2.1035

Chaplin, J. P. (2000). KamusLengkapPsikologi( kartini Kartono, Ed.). Raja Grafindo Persada.

Sawyer, R., Chen, G.-M., & Chen, S. &. (2012). The Impact of Social Media on Intercultural Adaptation. In Intercultural Communication Studies(Vol. 21, Issue 2).

Emzir. (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. PT. Raja Grafindo Persada.

Faiqah, F., Nadjib, M., & Amir, A. S. (2016). YOUTUBE SEBAGAI SARANA KOMUNIKASI BAGI KOMUNITAS MAKASSARVIDGRAM. In Jurnal Komunikasi KAREBA(Vol. 5, Issue 2).

Ginting, A. R. (2020). Perlindungan Hak Moral dan Hak Ekonomi terhadap Konten Youtube yang Dijadikan Sumber Berita. Jurnal Ilmiah Kebijakan Hukum, 14(3), 579. https://doi.org/10.30641/kebijakan.2020.v14.579-596

Handaka, T., Adhi Dharma, F., Realitas Sosial, K., & Peter Berger Tentang Kenyataan Sosial, P. L. (2018). The Social Construction of Reality: Peter L. Berger’s Thoughts About Social Reality. https://doi.org/10.21070/kanal.v%vi%i.3024

Icha, N. R., & Kurniadi, O. (2022). Hubungan antara Menggunakan Tik Tok dengan Perilaku Eksistensi Diri. Bandung Conference Series: Public Relations, 2(1). https://doi.org/10.29313/bcspr.v2i1.939Idi

Subandy Ibrahim. (2014). Komunikasi dan Komodifikasi: Mengkaji Media dan Budaya dalam Dinamika Globalisasi. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Jones, P. (2016). Pengantar Teori-Teori Sosial(terj: Achmad Fedyani Saifuddin, Ed.; II). Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Labas, Y. N., & Yasmine, D. I. (2017). Komodifikasi di Era Masyarakat Jejaring: Studi Kasus Youtube Indonesia. Jurnal Pemikiran Sosiologi, 104–119.

Mahendra, B., Communications, M., & Security, G. P. (2017). Eksistensi Sosial Remaja dalam Instgram. In Jurnal Visi Komunikasi(Vol. 16, Issue 01). www.frans.co.id

Moleong, L. (2008). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT. Remaja Rosdakarya.

Mukromin, M., & Tinggi Agama Islam An-Nawawi Purworejo, S. (n.d.). Advertising Business Pada Google AdSense di Youtube Perspektif Ekonomi Syariah. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(03), 1722–1729. https://doi.org/10.29040/jiei.v7i3.3598

Setyaningsih, R. (n.d.). Public Display of Affection Sebagai Bentuk Eksistensi Diri Remaja Pengguna Facebook. 10(1), 66–82

Tyas, D. S. (n.d.). Rosette Guitar Quartet: Proses Kreatif Melalui “Youtube”Sebagai Pasar Industri Musik Digital(Vol. 4). https://ejournal.stiedewantara.ac.id/index.php/JMD/issue/view/763Yuniyanto,

H. R., & Sirine, H. (2018). Pengaruh Iklan terhadap Minat Beli Pengguna Youtube dengan Brand Recognition sebagai Variabel Intervening. Esensi: Jurnal Bisnis Dan Manajemen, 8(1). https://doi.org/10.15408/ess.v8i1.5885

Downloads

Published

2022-12-25

How to Cite

Bernadien, W., & Purbo Sanjoyo, M. (2022). Analysis Of Actions By Jember’s Content Creators After The New Monetization Rules. Heritage, 3(2), 90-102. https://doi.org/10.35719/hrtg.v3i2.94