Tradisi Arebbe Di Deda Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Dalam Kajian Living Hadis

Akhmad Khoirul, Zakaria and Siti Qurrotul, Aini Tradisi Arebbe Di Deda Glagahwero Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember Dalam Kajian Living Hadis. [Prosiding Konferensi]

This is the latest version of this item.

[img] Text
2. Prosiding.pdf

Download (1MB)

Abstract

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki banyak tradisi. Tradisi tersebut tersebar di
seluruh wilayah Indonesia dengan segala keunikannya. Dipengaruhi oleh kondisi geografis, sosial
masyarakat, serta agama yang dianut baik pada zaman hindu-buddha sampai mayoritas
masyarakat Indonesia memeluk agama Islam. Hal tersebut sangat berpengaruh pada
perkembangan budaya dan tradisi yang diturunkan secara turun temurun kepada anak cucu
bangsa Indonesia. Salah satunya adalah tradisi arebbe yang berkembang di Desa Glagahwero
Kecamatan kalisat Kabupaten Jember. Pada zaman dahulu tradisi ini sangat berkaitan dengan
sesajen yang dilakukan oleh masyarakat Hindu-Buddha di Nusantara. Sesajen pada masyarakat
Hindu-Buddha dilakukan dengan cara memberikan berbagai jenis makanan kepada pohon, batu,
ataupun tempat-tempat yang dianggap mistis oleh masyarakat Hindu-Buddha. Makanan ini
ditujukan kepada roh leluhur. Tradisi arebbe yang dilakukan di Desa Glagahwero Kecamatan
kalisat Kabupaten Jember dilakukan dengan cara memberikan makanan berupa sepiring nasi
kepada guru ngaji, tokoh masyarakat, ataupun bisa juga kepada tetangga yang dianggap layak
untuk diberi. Dikhususkan untuk mendoakan orangtua, sanak saudara, ataupun kepada leluhur
yang sudah wafat. Jika dihadapkan dengan hadis-hadis Nabi maka kajian tentang tradisi arebbe
menjadi pembahasan yang unik, karena didalamnya ada nilai-nilai Islam, diantaranya adalah
sedekah meskipun hanya dengan sepiring nasi. Terdapat juga nilai memuliakan tetangga. Terjadi
ikatan persaudaraan yang kuat antar tetangga. Selain hal tersebut tradisi arebbe juga sebagai salah
satu tanda bahwa shojibul hajah adalah anak yang sholih sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi
bahwa salah satu amal yang tidak terputus adalah anak yang sholih. Shohibul hajah meniatkan doa
dan pahala sedekah tersebut dikhususkan kepada almarhum almarhumah orangtua, sanak
saudara, serta para leluhur yang sudah wafat.
Kata Kunci: Tradisi, Arebbe, Living Hadis

Item Type: Prosiding Konferensi
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits
Depositing User: Siti Qurrotul Aini
Date Deposited: 13 Apr 2023 04:15
Last Modified: 13 Apr 2023 04:15
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/22456

Available Versions of this Item

Actions (login required)

View Item View Item