Pembentukan Karakter Siswa dengan Meneladani Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo Tahun Pelajaran 2019/2020

Ilyas, Ahmad (2020) Pembentukan Karakter Siswa dengan Meneladani Sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo Tahun Pelajaran 2019/2020. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Ahmad Ilyas_T20151379.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pendidikan karakter merupakan suatu proses pendidikan secara holistik yang menghubungkan dimensi moral dengan ranah sosial, sehingga tujuan pendidikan karakter adalah menjadikan anak didik sebagai hamba dan khalifah Allah. Oleh sebab itu, pendidik bukan hanya sekedar memberikan materi saja melainkan juga membentuk karakter dan mengarahkan peserta didik pada implementasi keagamaan, seperti yang telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW melalui salah satu sifatnya yaitu shiddiq, dan amanah. Sifat-sifat tersebut merupakan sifat yang sangat mulia, yang dapat mengantarkan pendidikan dan peserta didiknya kepada sesuatu yang dicita-citakan oleh pendidikan Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1)Bagaimana proses pembentukan karakter jujur siswa dalam meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo tahun pelajaran 2019/2020? 2) Bagaimana pembentukan karakter tanggung jawab siswa dalam meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo tahun pelajaran 2019/2020? Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mendeskripsikan proses pembentukan karakter jujur siswa dalam meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo tahun pelajaran 2019/2020. 2) Mendeskripsikan pembentukan karakter tanggung jawab siswa dalam meneladani sifat-sifat Nabi Muhammad SAW Kelas XI MIPA 2 di SMA Plus ‘Bustanul Ulum’ Mlokorejo tahun pelajaran 2019/2020. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dengan subjek penelitian purposive sampling dan pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan: 1) Proses pembentukan karakter jujur siswa itu harus dari guru terlebih dahulu, karena guru merupakan panutan yang akan ditiru oleh peserta didik baik dari segi sikap, ucapan maupun perbuatan. Oleh sebab itu, seorang guru harus mencerminkan pribadi yang baik, yang nantinya bisa membentuk karakter jujur pada setiap peserta didik sesuai ajaran dari Nabi Muhammad SAW melalui sifat-sifatnya. 2) yaitu dengan organisasi kelas, masing-masing dari individu mempunyai tanggung jawab, dan agar mencapai signifikan tentunya dengan membentuk kelompok tujuannya agar di setiap pimpinan kelompok itu bertanggung jawab atas tugasnya. Adapun secara spesifik peserta didik sudah bertanggung jawab atas semua perbuatan yang dilakukan, ketika ada tugas mereka mengerjakan dan mengumpulkan tepat waktu, sehingga mereka memang benar-benar dididik agar supaya mempunyai karakter tanggung jawab karena ini adalah salah satu yang harus dimiliki oleh peserta didik lebih-lebih peserta didik yang berada dinaungan pondok pesantren.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Ms Retno Amelia
Date Deposited: 02 May 2023 06:43
Last Modified: 02 May 2023 06:43
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/22872

Actions (login required)

View Item View Item