ANALISIS FIQH SIYASAH TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA DESA NON MUSLIM (STUDI KASUS DESA PESANGGARAN KECAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI

Kharisma Mufidatus, Sholikhah (2023) ANALISIS FIQH SIYASAH TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA DESA NON MUSLIM (STUDI KASUS DESA PESANGGARAN KECAMATAN PESANGGARAN KABUPATEN BANYUWANGI. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq.

[img] Text
Kharisma Mufidatus Sholikhah_S20183074.pdf

Download (3MB)

Abstract

Dalam Islam pemimpin yang baik ialah pemimpin yang menjalankan peran dan fungsinya sesuai syariat agama, menjalankan amanah dengan sepenuh hati, ikhlas dalam mengabdi dan adil dalam membuat keputusan. Perbincangan tentang permasalahan ini selanjutnnya mengarah pada hubungan antara agama dan negara. Maka, ketika suatu daerah melaksanakan pilpres, pilgub, atau pilkades terdapat calon pemimpin dari kalangan minoritas mencalonkan diri, masalah tentang “kepemimpinan non muslim” kembali menjadi perdebatan.
Fokus Penelitian ini adalah 1) Bagaimana Cara Kepala Desa Non Muslim Dalam Memimpin Masyarakat Mayoritas Muslim?. 2) Bagaimana Respon Masyarakat Mayoritas Muslim Terhadap Kepala Desa Non Muslim?. 3) Bagaimana Pandangan Fiqh Siyasah Terhadap Posisi Kepala Desa Non Muslim Di Desa Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi?
Tujuan penelitian ini adalah : 1) Untuk Menelaah cara Kepala Desa non muslim dalam memimpin masyarakat mayoritas muslim. 2) Untuk Mengkaji respon masyarakat mayoritas muslim terhadap kepala desa non muslim.Jenis penelitian ini adalah lapangan (filed researh) menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. 3) Untuk Mengkaji pandangan fiqh siyasah terhadap posisi kepala desa non muslim di Desa Pesanggaran Kabupaten Banyuwangi.
Penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research). Dalam penelitian ini peneliti mendeskripsikan berupa kata-kata yang tidak berhubungan dengan angka-angka yang kemudian diambil dari data-data tertulis dan lisan dari orang-orang atau yang biasa disebut informan.
Kesimpulan dari hasil penelitian yang didapat bahwasannya 1) kepemimpinan di desa Pesanggaran lebih kepada pemimpin demokratis yang mana menjamin kebebsan berpendapat dan memberikan perlakuan yang sama kepada setiap masyarakatnya. 2) tidak mempermasalahkan adanya seorang pemimpin muslim ataupun non Muslim, bagi masyarakat desa Pesanggaran yang penting progres dan programnya jelas dan bisa mengembangkan desa Pedanggaran. 3) Para ulama fiqih siyasah ada yang tidak memperbolehkan dan ada yang memperbolehkan, sebagaimana yang melarang kepemimpinan non- Muslim di karenakan, jika pemimpin tersebut tidak sesuai dengan ketentuan Al- Qur’an dan agama Islam, namun ada juga yang memperbolehkan kepemimpinan non-Muslim, dikarena menimbang dari aturan-aturan yang ada di Indonesia sebagai negara Republik dan negara kesatuan. Karena larangan memilih Non- Muslim sebagai pemimpin kaum Muslim itu terikat dengan syarat, yaitu jika mereka (Non-Muslim) itu melakukan pengusiran terhadap Rasulullah dan kaum Muslimin dari tanah airnya.
Kata Kunci: Analisis, Fiqih Siyasah, Kepemimpinan Kepala Desa, Non Muslim

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180108 Constitutional Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara
Depositing User: Kharisma mufidatus Sholikhah
Date Deposited: 10 May 2023 07:48
Last Modified: 10 May 2023 07:48
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/23373

Actions (login required)

View Item View Item