Implementasi Program Khusus Bina Diri Dalam Kemandirian Merawat Diri Untuk Anak Tunagrahita Di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Patrang Jember

Masruroh, Anin Ali (2023) Implementasi Program Khusus Bina Diri Dalam Kemandirian Merawat Diri Untuk Anak Tunagrahita Di Sekolah Dasar Luar Biasa Negeri Patrang Jember. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Anin Ali Masruroh _D20173071.pdf

Download (1MB)

Abstract

Anin Ali Masruroh, 2023: Implementasi Program Khusus Bina Diri Dalam Kemandirian Merawat Diri Untuk Anak Tunagrahita di Sekoah Dasar Luar Biasa (SDLB) Negeri Patrang Jember.

Kata Kunci: Tunagrahita, Program Khusus Bina Diri, Sekolah Luar Biasa.

Salah satu bentuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang sering mempengaruhi anak-anak di Indonesia adalah tunagrahita atau disabilitas intelektual. Anak-anak dengan cacat intelektual memiliki kecerdasan di bawah rata-rata, yang menyebabkan mereka menghadapi tantangan ketika mereka mencoba untuk tumbuh cerdas, oleh karenanya anak tunagrahita sangat sulit bahkan pada tingkat kecacatan yang parah tidak akan bisa mengikuti pembelajaran akademik di sekolah maupun melakukan berbagai pekerjaan sehari- hari sebagaimana anak- normal pada umumnya. Anak-anak dengan gangguan intelektual diberikan instruksi dan pembinaan tentang keterampilan hidup sehari- hari di Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai bagian dari Program Khusus Pengembangan Diri. Dari bangun tidur hingga tertidur lagi, Program Khusus Pengembangan Diri mencakup berbagai tugas sehari-hari baik pekerjaan yang bersifat memelihara diri, merawat diri maupun mengurus diri dengan tujuan agar anak tunagrahita bisa melakukan berbagai pekerjaan sehari-harinya secara mandiri, tidak membutuhkan bantuan orang lain. Fokus dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi Program Khusus Bina Diri di SDLB Negeri Patrang Jember dan mengkaji faktor pendung serta faktor penghambat pelaksanaannya.
Subjek penelitian kualitatif deskriptif ini adalah pengelola sekolah, wali kelas, dan anak-anak SDLB Negeri Patrang Jember dengan gangguan intelektual. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Data dari penelitian dikumpulkan, diminimalkan, dan hanya yang paling penting yang dipilih, disajikan, dan disimpulkan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa tunagrahita diklasifikasikan menjadi tunagrahita ringan, tunagrahita sedang dan tunagrahita berat. Penerapan Program Khusus Bina Diri di SDLB Negeri Patrang Jember dilakukan melalui enam tahap yang mana setiap tahapannya anak tunagrahita diajarkan berbagai pekerjaan sehari-hari. Jenis pekerjaan yang diajarakan di tiap tahapnya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, semakin tinggi tahapan semakin kompleks jenis pekerjaan yang diajarkan. penerapan Program Khusus Bina Diri di SDLB Negeri Patrang Jember berpengaruh terhadap kemandirian anak tunagrahita. Adapun faktor pendukung penerapan Program Khusus Bina Diri di SDLB Negeri Patrang Jember diantaranya adalah ketersediaan fasilitas di sekolah, bimbingan para pendidik, keikutsertaan para wali di kediaman masing-masing dan kemauan anak tunagrahita untuk belajar. Sedangkan faktor penghambatnya adalah wali murid yang tidak mampu bekerja sama dengan sekolah dan anak tunagrahita yang kurang responsif saat diajari dalam pembelajaran Program Khusus Bina Diri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 13 EDUCATION > 1301 Education Systems > 130101 Continuing and Community Education
13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130202 Curriculum and Pedagogy Theory and Development
17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1799 Other Psychology and Cognitive Sciences > 179999 Psychology and Cognitive Sciences not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam
Depositing User: Anin Ali Masruroh
Date Deposited: 27 Jun 2023 02:52
Last Modified: 27 Jun 2023 02:52
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/24715

Actions (login required)

View Item View Item