Kepemimpinan Mudierah Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah Lil-Banaath (KMI PI) dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dipondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso

Wulandari, Ayu (2023) Kepemimpinan Mudierah Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah Lil-Banaath (KMI PI) dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dipondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Shiddiq Jember.

[img] Text
Ayu Wulandari_T20193152.pdf

Download (16MB)

Abstract

Mudierah Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah Lil Banaath (KMI PI) atau yang lebih dikenal dengan Mudieroh KMI PI merupakan seorang pemimpin perempuan yang memiliki wewenang serta kekuasaan dalam memimpin sebuah lembaga pendidikan dan didalamnya memiliki peranan penting dalam mewujudkan mutu pendidikan. Serta gaya dan peran dalam kepemimpinannya sangat penting dalam meningkatkan motivasi kerja guru.

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan gaya Kepemimpinan Mudierah Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah Lil Banaath (KMI PI) Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dipondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso dan mendeskripsikan peran Kepemimpinan Mudierah Kulliyatul Muballighaat Al-Islamiyyah Lil Banaath (KMI PI) Dalam Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Dipondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso.

Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipasi pasif, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Untuk analisis menggunakan deskriptif kualitatif dengan model interaktif Milles Huberman dan Saldana dimulai dengan tahap metode kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber.

Adapun hasil dari penelitian ini diantaranya: 1) Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh Mudieroh KMI PI dalam meningkatkan motivasi kerja guru adalah dengan menggunakan teori Hersey-Blanchard yaitu Gaya Kepemimpinan situasionnal, adapun beberapa gaya kepemimpinan yang digunakan dalam keadaan tertentu seperti: pertama, gaya kepemimpinan Demokratis pada perumusan atau pengambilan sebuah kebijakan serta evaluasi yang dilakukan dengan musyawarah di rapat kamisan disetiap minggunya, kedua, Gaya kepemimpinan Persuasif dengan melakukan pendekatan secara emosional dalam mengatasi permasalahan secara individu yang dapat memunculkan motivasi secara internal seperti memberikan nasehat kepada guru yang kurang maksimal dalam melaksanakan tugasnya. Ketiga, Gaya Kepemimpinan Otokratis gaya ini diterapkan jika diperlukan saja seperti memutuskan dalam penentuan jadwal piket daur waktu KBM berlangsung serta urusan administrasi kelembagaan. 2) Peran Kepemimpinan Mudieroh KMI PI dalam meningkatkan motivasi kerja guru melalui beberapa upaya-upaya yang dilakukan dengan baik. Dan implementasi yang ditunjukkan seperti Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional (Depdiknas 2006) sebagai (1) edukator (pendidik) mengikutsertakan guru-guru dalam penataran atau pelatihan untuk menambah wawasan para guru. Seperti mengikuti pelatihan Balai DIKLAT, Sertifikasi Metode UMMI, Pelatihan Metode Tamyiz,dll.(2) manajer; mengaplikasikan unsur-unsur manajemen dalam lembaga pendidikannya, seperti planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), actuating (pelaksanaan), controling (pengawasan), dan evaluating (evaluasi) (3) administrator; mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasaran, mengelola administrasi kearsipan, dan administrasi keuangan seperti, mengelola perangkat KBM secara sempurna dengan bukti data administrasi yang akurat serta mengalokasikan dana atau anggaran yang memadai bagi peningkatan sekolah/madrasah. (4) Inovator, mengimplementasikan ide yang baru tersebut dengan baik. Mengatur lingkungan kerja sehingga lebih kondusif (pengaturan tata ruang kantor, kelas perpustakaan, halaman, interior, musholla atau masjid) untuk bertugas dengan baik (5) motivator, dengan memberikan penghargaan wali kelas terbaik, pengbdian terbaik, asisten kelas terbaik dan memberikan punishment kepada guru yang melanggar disetiap semesternya. (6) supervisor (penyelia), Membimbing guru agar dapat memahami lebih jelas masalah atau persoalan-persoalan dan kebutuhan siswa, serta membantu guru dalam mengatasi suatu persoalan (5) leader (pemimpin), memberikan teladan bagi semua komponen yang ada di sekolah sehingga dapat memberikan wibawa dalam menjalankan tugasnya (6) pencipta iklim kerja, Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasehat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik, seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas dalam peran kepemimpinannya dapat dirasakan oleh bawahannya.
Kata Kunci: Kepemimpinan Mudieroh;Motivasi Kerja guru

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130304 Educational Administration, Management and Leadership
13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130308 Gender, Sexuality and Education
13 EDUCATION > 1303 Specialist Studies In Education > 130313 Teacher Education and Professional Development of Educators
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam
Depositing User: Ms Perpustakaan Ayu Wulandari
Date Deposited: 13 Jul 2023 02:02
Last Modified: 13 Jul 2023 02:02
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/26834

Actions (login required)

View Item View Item