FEMINISME RELIGIUS DALAM JEJAK AKTIVIS MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) MADURA TAHUN 1985-2023

WARDATUL, JANNAH (2023) FEMINISME RELIGIUS DALAM JEJAK AKTIVIS MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA (NU) MADURA TAHUN 1985-2023. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
WARDATUL JANNAH.pdf

Download (40MB)

Abstract

Wardatur Jannah, 2023: Feminisme Religius Dalam Jejak Aktivis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Madura Tahun 1985-2023

Penelitian ini membahas peran dan kontribusi aktivis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Madura dalam mengembangkan feminisme keagamaan selama periode 1985-2023. Dalam konteks Indonesia, gerakan feminis seringkali dianggap bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam, namun aktivis Muslimat NU Madura menunjukkan pendekatan yang berbeda dengan menggabungkan perspektif feminis dengan pemahaman agama Islam yang kuat. Aktivis feminisme mulai mengubah cara haluan otoritas mereka. Keadilan yang diinginkan agar dunia memberi kebebasan untuk perempuan, dalam membentuk karir dan pekerjaan. Perempuan kini mereka berusaha untuk menyuarakan keinginan mereka agar dunia memberikan kebebasan untuk berkecimpung di dunia politik, bahkan juga layak untuk berdiri sebagai pemimpin.
Fokus penelitian pada penulisan skripsi ini adalah: 1. Bagaimana eksistensi feminis religius dalam pengembangan dan kemajuan NU Madura? 2. Apa pengaruh gerakan feminisme religius di Madura? Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan eksistensi feminisme religius dalam pengembangan dan kemajuan Madura 2) Untuk Mendeskripsikan pengaruh gerakan feminisme religius di Madura. Penelitian ini adalah bentuk penelitian kualitatif, dengan jenis diakronik. Teknik pengumpulan data dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan analisis yang bersifat deskriptif.
Hasil penelitian ini menjelaskan perjuangan lima orang nyai Madura, yaitu Nyai Aqidah Usymuni dari Sumenep, Nyai Khairiyyah dari Pamekasan, Nyai Syifak Thabroni dari Sampang, dan Nyai Muthmainnah dari Bangkalan dan Nyai Dewi Khalifah dari Sumenep. Kiprah para nyai tesebut berpengaruh dalam masyarakat dan mengasuh pondok pesantren. Hasilnya peneliti menemukan: 1) Ulama perempuan Madura yakni para nyai memainkan peran dalam memajukan serta membina muslimat Madura. Mereka menjadi pembela bagi perempuan-perempuan Madura. 2) Pengaruh kesetaraan gender di Madura terletak dalam kegigihan dan etos kerja masyarakatnya, tanpa memandang laki-laki maupun perempuan. Perempuan Madura juga memiliki karakter Pekerja keras.

Kata Kunci: Feminisme Religius, Ulama Perempuan Madura, Nahdhlatul Ulama Sumenep

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200205 Culture, Gender, Sexuality
20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200212 Screen and Media Culture
21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: M Wardatul Jannah
Date Deposited: 14 Jul 2023 07:12
Last Modified: 14 Jul 2023 07:12
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/27389

Actions (login required)

View Item View Item