Afidah, Dahimatul (2021) MENELUSURI JEJAK BUDAYA BAHARI DI DAERAH PARIWISATA PANGANDARAN (1950-1970an). [Seminar dan Workshop] (Unpublished)
Text
Makalah Dahimatul Afidah.docx Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
||
|
Image
image3.png Download (1MB) | Preview |
|
|
Image
image2.png Download (2MB) | Preview |
|
|
Image
image1.png Download (5kB) | Preview |
|
Image
hdphoto1.wdp Download (205kB) |
||
Image
hdphoto2.wdp Download (207kB) |
||
Text
Makalah Dahimatul Afidah.docx Download (4MB) |
Abstract
Dalam rangka menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia, ilmu sejarah memiliki peranan yang penting dalam mewujudkannya. Penelitian mengenai sejarah budaya bahari yang telah melekat pada sebagian besar masyarakat Indonesia bertujuan untuk meninjau kembali permasalahan dibidang maritim yang telah dihadapi oleh masyarakat di masa lampau untuk dijadikan sebagai solusi permasalahan dimasa kini. Dalam mengkaji budaya bahari yang ada di Indonesia diperlukan salah satu contoh wilayah yang menempatkan sektor maritim sebagai sumber utama kehidupan. Pangandaran menjadi lokasi penelitian yang dipilih karena karakteristik masyarakatnya yang sangat dekat dengan budaya bahari. Kondisi nelayan Pangandaran tahun 1950-an masih memperlihatkan sisi tradisionalnya, mulai dari penggunaan peralatan hingga pola pikir yang juga masih sederhana. Perubahan dimulai ketika masyarakat mulai mengenal mesin perkapalan pada tahun 1970-an yang justru juga tidak sarat dengan masalah. Selain dalam teknis pelayaran, perubahan besar juga terjadi yang juga dimulai tahun 1970-an ketika Pangandaran dibuka menjadi sebuah obyek wisata yang terbuka untuk umum. Perubahan tersebut dapat dilihat dari perubahan pola pikir ekonomi masyarakat yang dulu menjadi “nelayan tani” kemudian berubah menjadi “nelayan dagang”. Aktivitas nelayan tersebut kemudian memunculkan sebuah organisasi penting yang melibatkan kerjasama antara pemerintah dengan para nelayan yang disebut Brigade Nelayan. Dinamika perdagangan tersebut akan terlihat sangat menarik dengan munculnya Brigade Nelayan sebagai lembaga “semi formal” yang ditugaskan pemerintah dalam mendisiplinkan nelayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini berusaha memadukan dua sumber utama yaitu sumber arsip dan sumber lisan dimana sumber data penelitian tersebut diperoleh dari wawancara dengan pelaku sejarah.
Item Type: | Seminar dan Workshop |
---|---|
Subjects: | 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210201 Archival, Repository and Related Studies 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation |
Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
Depositing User: | Dahimatul Afidah |
Date Deposited: | 06 Sep 2021 04:30 |
Last Modified: | 16 Nov 2022 03:44 |
URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/2813 |
Actions (login required)
View Item |