Analisis Framing Tentang Representasi Pesantren Dalam Film 3 (Tiga).

arinifirdaus, ms (2016) Analisis Framing Tentang Representasi Pesantren Dalam Film 3 (Tiga). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
AriniFirdaus_082 121 039.pdf

Download (25MB)

Abstract

Pesantren sering diposisikan oleh banyak pihak sebagai sarang teroris dan lembaga pendidikan radikal yang mengajarkan kekerasan. Akibatnya, citra Islam yang selalu dihubungkan dengan pesantren menjadi jelek. Citra yang jelek ini semakin menjadi-jadi ketika media secara massif memberitakan pesantren yang selalu dihubungkan dengan radikalisme dan kekerasan. Tentu, kenyataan ini tidak dapat dibiarkan begitu saja. Dakwah, dengan demikian, butuh dihadirkan dengan beragam coraknya, termasuk dakwah melalui film. Kenyataan inilah yang mendorong pentingnya penelitian tentang film yang selama ini masih terabaikan untuk kepentingan dakwah. Agar penelitian ruang lingkupnya tidak terlalu luas, maka yang menjadi fokus pertanyaan penelitian adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana Pesantren dikonstruksi dan digambarkan dalam film 3 (Tiga)?, dan 2) Bagaimana relasi Pesantren, Negara, dan Media direpresentasikan dalam Film 3 (Tiga)? Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pesantren dinarasikan dalam film 3 (Tiga) disaat publik menghubungkan kekerasan (teroris) agama dengan Islam, khususnya dengan pesantren sebagai wadah atau tempat menanamkan kekerasan, serta ingin mendalami relasi antara Pesantren, Negara, dan media dalam film 3 (Tiga), sehingga terungkap representasi yang tergambar dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, dan analisis data menggunakanan analisis framing model Gamson dan Modigliani. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, dalam Film 3 (Tiga) setidaknya mencoba mengembalikan citra pesantren sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan nilai-nilai tawasuth. Karenanya, pesantren dikonstruksi sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan kebaikan dengan menggambarkan makna kehidupan yang adil, jujur, bijak, baik dan cinta akan sesama. Kedua, dalam konteks representasi relasi Pesantren, Negara dan Media dalam Film 3 (Tiga) digambarkan dengan relasi yang bertolak belakang dengan tujuan idealnya. Negara direpresentasikan sebagai negara yang mengemban prinsip hukum rimba, yang mana negara sebagai kelompok mayoritas menguasai kelompok minoritas (pesantren). Media sebagai agen yang mengkonstruksi realitas dikendalikan oleh para penguasa media yakni aparat Negara.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Anak PSG
Date Deposited: 18 Aug 2023 07:06
Last Modified: 18 Aug 2023 07:06
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/28363

Actions (login required)

View Item View Item