Pesan Dakwah Dalam Tradisi Tedhak Siten Di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember

Sa'adah, Muflhatus (2023) Pesan Dakwah Dalam Tradisi Tedhak Siten Di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, Universitas KH. Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Muflihatus Sa'adah_D20191071.pdf

Download (1MB)

Abstract

Muflihatus Sa’adah, 2023: “Pesan Dakwah Dalam Tradisi Tedhak Siten Di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.”
Kata kunci: Pengertian pesan dakwah, sumber-sumber dakwah, pengertian dan sejarah tedhak siten
Tedhak siten adalah turun tanah pertama kalinya seorang bayi yang sudah mencapai umur 7 bulan 35 hari. Pada umur 7 bulan 35 hari diperkirakan bayi sudah mulai bisa tertawa, bersuara, memainkan tangannya, sudah mulai merangkak, sudah bisa duduk sendiri bahkan sudah bisa berdiri. Bayi sudah mulai memiliki keinginan untuk mengambil barang-barang dengan tangannya, saat itu juga bayi sudah boleh diturunkan dari gendongannya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sedangkan subyek penelitiannya menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Selain itu, untuk menganalisa data peneliti menggunakan data deskriptif. Keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi.
Fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1) Apa saja simbol-simbol pesan dakwah dalam tradisi Tedhak Siten yang ada di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember? 2) Bagaimana makna simbol-simbol dalam tradisi Tedhak Siten di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember?
Tujuan peneliti dalam skripsi ini adalah: 1) Mengetahui simbol-simbol pesan dakwah dalam tradisi Tedhak Siten di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. 2) Mengetahui makna simbol-simbol dalam tradisi Tedhak siten di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.
Deskripsi hasil penelitian adalah: 1) Simbol-simbol pesan dakwah dalam tradisi Tedhak Siten di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember diantaranya: membersihkan kaki dengan air bunga setaman, menginjak jadah, menginjak tanah, tangga dari tebu, memasuki kurungan ayam, nampan yang berisi barang berguna dan penyebaran udhik-udhik. 2) Makna tradisi Tedhak Siten di Desa Andongrejo Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember yaitu membersihkan kaki dengan air setaman bermakna agar di masa yang akan datang bayi terlapas dari hal kotor. Menginjak jadah tujuh warna memiliki makna harapan orang tua agar sang bayi dapat melalui tujuh hari dalam kehidupannya dengan baik dan melewati kesulitan hidup dengan penuh kesabaran. Menginjak tanah memiliki makna pandai mencari rezeki. Menaiki tangga tebu memiliki makna yaitu mengaharapkan pertolongan dari Allah SWT. Memasuki kurungan ayam memiliki makna bahwa kehidupan yang akan datang harus dijaga dengan suatu hal yang baik. Nampang yang berisi barang berguna sebagai simbol berbagai macam jenis pekerjaan atau profesi si bayi saat dewasa kelak. Penyebaran udhik-udhik memiliki makna yaitu sebagai simbol yang menandakan kemurahan hati seperti bersedekah dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2099 Other Language, Communication and Culture > 209999 Language, Communication and Culture not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Nona Muflihatus Sa'adah
Date Deposited: 27 Dec 2023 04:43
Last Modified: 27 Dec 2023 04:43
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/30651

Actions (login required)

View Item View Item