Amaliyah, Nailatul (2025) RESEPSI NETIZEN DI PLATFORM TIKTOK MENGENAI HADIS “MAYORITAS PENGHUNI NERAKA ADALAH PEREMPUAN” DALAM ENCODING-DECODING STUART HALL. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
NAILATUL AMALIYAH_NIM.212104020007.pdf Download (3MB) |
Abstract
Kata kunci: Living hadis, TikTok, Resepsi netizen, Encoding–Decoding, Stuart Hall.
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan teks keagamaan, termasuk hadis. Hadis tidak lagi beredar dalam ruang kajian tradisional, tetapi diproduksi ulang dalam format video pendek yang mudah diakses dan ditanggapi oleh publik. Salah satu hadis yang sering memicu perdebatan adalah hadis “mayoritas penghuni neraka adalah perempuan”, yang di TikTok kerap muncul tanpa konteks syarah ulama sehingga memunculkan ragam resepsi netizen. Berangkat dari fenomena tersebut, penelitian ini memfokuskan kajian pada dua pertanyaan utama: 1) Bagaimana resepsi netizen di platform TikTok terhadap hadis “mayoritas penghuni neraka adalah perempuan”? 2) Bagaimana implikasi model encoding–decoding Stuart Hall dalam membaca proses pembentukan dan penafsiran makna hadis tersebut di ruang digital?. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan pola resepsi netizen TikTok terhadap hadis “mayoritas penghuni neraka adalah perempuan”; 2) menganalisis bagaimana proses encoding oleh kreator dan decoding oleh netizen berlangsung dalam kerangka teori Stuart Hall. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis analisis isi. Data primer diperoleh dari video dan komentar TikTok yang memuat hadis tersebut, sedangkan data sekunder berupa literatur living hadis, teori resepsi, dan teori komunikasi budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipan, dokumentasi digital, serta studi literatur, sementara analisis datanya menggunakan model analisis isi yang bersifat deskriptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resepsi netizen TikTok terbagi ke dalam tiga pola decoding: pembacaan dominan yang menerima hadis secara literal; pembacaan negosiasi yang menerima pesan moral hadis tetapi menyesuaikannya dengan pengalaman dan nilai personal; serta pembacaan oposisi yang menolak makna yang dianggap menyudutkan perempuan. Perbedaan resepsi tersebut dipengaruhi oleh proses encoding kreator yang beragam, mulai dari penyajian hadis secara tekstual, moralistik, emosional, hingga opini personal. Penelitian ini menegaskan bahwa TikTok menjadi ruang hidup baru bagi hadis, di mana makna tidak bersifat tunggal, tetapi dinegosiasikan melalui interaksi antara kreator, audiens, dan algoritma platform.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200104 Media Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Hadits |
| Depositing User: | nona nailatul amaliyah |
| Date Deposited: | 29 Dec 2025 04:52 |
| Last Modified: | 29 Dec 2025 04:52 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/50845 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
