Fahrul Asikin Aniq, Abdullah (2025) EFEKTIVITAS FUNGSI LEGISLASI PADA MASA LAME DUCK PASCA PEMILU TAHUN 2024 (STUDI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DI DPRD KAB. LUMAJANG). Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI Abdullah Fahrul Asikin Aniq 2025.pdf Download (3MB) |
Abstract
Abdullah Fahrul Asikin Aniq, 2025, “Efektivitas Fungsi Legislasi Pada Masa Lame Duck Pasca Pemilu Tahun 2024 (Studi Pembentukan Peraturan Daerah Di Dprd Kab. Lumajang)”
Kata Kunci : Efektivitas, Fungsi Legislasi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Lame Duck, Pembentukan Peraturan Daerah.
Masa lame duck adalah periode transisi antara pemilu dan pelantikan anggota baru, ketika legitimasi politik menurun meski kewenangan hukum masih berlaku. Kondisi ini berpotensi menurunkan efektivitas fungsi legislasi. DPRD Kabupaten Lumajang mengalami situasi serupa pasca Pemilu 2024, saat anggota yang tidak terpilih kembali tetap menyelesaikan agenda Prolegda. Penelitian ini penting untuk menilai efektivitas legislasi di masa lame duck, terutama dalam pembentukan perda yang responsif terhadap kebutuhan publik dan prinsip pemerintahan yang baik.
Penelitian ini difokuskan pada dua rumusan masalah, yaitu : 1) Bagaimana efektivitas fungsi legislasi DPRD Kabupaten Lumajang dalam pembentukan peraturan daerah selama masa lame duck pasca Pemilu 2024? 2)Bagaimana faktor penghambat dalam pembentukan peraturan daerah dimasa lame duck pasca pemilu tahun 2024 di DPRD Kabupaten Lumajang?
Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan fungsi legislasi DPRD Kabupaten Lumajang pada masa lame duck pasca Pemilu 2024, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang memengaruhi proses pembentukan Peraturan daerah pada masa lame duck.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan cara meneliti data hukum primer dan sekunder, dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum, perundang-undangan dan konseptual. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu dalam uji keabsahan data yang diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan : 1) Fungsi legislasi DPRD Lumajang pada masa lame duck pasca Pemilu 2024 tetap efektif meski di tengah transisi politik dan menurunnya partisipasi publik. Stabilitas kinerja terjaga berkat kepatuhan prosedur, komitmen anggota, dukungan sekretariat, serta budaya kerja disiplin. DPRD mengantisipasi rendahnya partisipasi publik melalui forum konsultasi, menunjukkan bahwa efektivitas legislasi lebih dipengaruhi kesiapan kelembagaan dan budaya hukum daripada situasi politik sementara. 2) Hambatan fungsi legislasi DPRD Lumajang pada masa lame duck bersifat non-struktural dan sementara, terutama akibat keterbatasan waktu pembahasan RAPERDA serta menurunnya motivasi sebagian anggota dan partisipasi publik. Kendala ini dapat diatasi melalui koordinasi internal, dukungan sekretariat, dan pemanfaatan teknologi informasi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180106 Comparative Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180108 Constitutional Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180119 Law and Society 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180121 Legal Practice, Lawyering and the Legal Profession 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180122 Legal Theory, Jurisprudence and Legal Interpretation |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Tata Negara |
| Depositing User: | Mr Abdullah Fahrul Asikin Aniq |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 08:03 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 08:03 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51287 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
