Nafisha, Vina Adiba (2026) RELEVANSI INTERPRETASI LAFAẒ ‘AMANAH’ DALAM AL-QUR’AN MELALUI PERSPEKTIF SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE BAGI KEHIDUPAN KONTEMPORER. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
VINA ADIBA NAFISHA_212104010009.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata-Kata Kunci: Amanah, Al-Qur’an, Semiotika, Charles Sanders Peirce
Kajian terhadap makna lafaẓ dalam Al-Qur’an selama ini umumnya dilakukan melalui pendekatan tafsir kebahasaan, tematik, dan kontekstual. Penelitian ini menawarkan pendekatan alternatif dengan menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce untuk mengungkap makna lafaẓ amanah sebagai tanda yang memiliki dimensi normatif, etis, dan spiritual. Pendekatan semiotika dipandang relevan karena mampu menelusuri proses pembentukan makna melalui relasi antara tanda, objek, dan penafsiran, sehingga pesan Al-Qur’an dapat dipahami secara lebih sistematis dan reflektif.
Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yakni: (1) bagaimana makna lafaẓ amanah dalam QS. An-Nisa’ ayat 58, QS. Al-Anfal ayat 27, dan QS. Al-Mu’minun ayat 8 dalam perspektif semiotika Charles Sanders Peirce; dan (2) bagaimana relevansi makna lafaẓ amanah tersebut bagi kehidupan kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna lafaẓ amanah dalam ketiga ayat tersebut melalui model triadik Peirce (representamen, object, dan interpretant), serta menjelaskan relevansinya sebagai prinsip etika dalam kehidupan modern.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Teknik analisis data menggunakan semiotika Charles Sanders Peirce dengan menitikberatkan pada relasi triadik tanda serta klasifikasi tanda, khususnya legisign dan simbol, guna mengungkap makna normatif dan nilai moral yang terkandung dalam lafaẓ amanah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lafaẓ amanah dalam QS. An-Nisa’ ayat 58 dan QS. Al-Anfal ayat 27 berfungsi sebagai legisign, yakni tanda normatif yang mengandung perintah dan larangan yang bersifat mengikat dalam kehidupan sosial dan hukum. Sementara itu, lafaẓ amanah dalam QS. Al-Mu’minun ayat 8 berfungsi sebagai simbol, yang merepresentasikan karakter dan identitas orang beriman. Dalam kerangka triadik Peirce, amanah berperan sebagai representamen nilai tanggung jawab etis, object berupa keadilan dan pemeliharaan kepercayaan, serta interpretant berupa kesadaran moral dan spiritual untuk menjaga amanah di hadapan Allah dan sesama manusia. Makna amanah tersebut memiliki relevansi kuat dalam kehidupan kontemporer sebagai dasar pembentukan integritas, tanggung jawab, dan kejujuran dalam ranah sosial, kepemimpinan, pendidikan, dan kehidupan profesional masyarakat modern.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Vina Adiba |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 01:39 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 01:39 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51335 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
