Rahman, Luqman Kholifatur (2026) Solusi Quarter life crisis Dalam Al-Qur'an (Studi Tematik Ayat-Ayat Pemuda). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Luqman Kholifatur Rahman_212104010043.pdf Download (1MB) |
Abstract
Kata kunci : Quarter life crisis, Tafsir Tematik, Ayat-ayat Pemuda
Quarter life crisis merupakan fenomena yang banyak dialami pemuda modern sebagai dampak dari tekanan hidup, kebingungan arah, dan krisis identitas. Dalam menghadapi tantangan ini, Al-Qur'an menghadirkan kisah-kisah pemuda seperti Ashabul Kahfi, Nabi Ibrahim, dan Nabi Yusuf yang mencerminkan keteguhan iman, pencarian makna hidup, serta ketahanan spiritual. Nilai-nilai Qur’ani dalam kisah-kisah tersebut menawarkan solusi holistik yang tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga relevan secara sosial dan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menggali ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an sebagai panduan inspiratif dalam menghadapi Quarter life crisis secara bijak dan bermakna.
Fokus masalah yang dibahas antara lain: 1) Bagaimana Quarter life crisis pada ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an?, 2) Apa saja nilai keteladanan ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an dan relevansinya untuk menghadapi fenomena Quarter life crisis? Adapun tujuan penelitian ini ialah: 1) Untuk mendeskripsikan Quarter life crisis pada ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an. 2) Untuk mendeskripsikan nilai keteladanan yang bisa diambil dari ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an dan relevansinya untuk menghadapi fenomena Quarter life crisis.
Metode dalam penelitian ini merupakan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Beberapa literatur tafsir dijadikan sebagai sumber data primer. Sedangkan untuk data sekundernya memanfaatkan beberapa referensi cetak seperti buku, kitab, jurnal, skripsi maupun non-cetak seperti video online dan website. Beberapa data ini kemudian disajikan secara deskriptif-analitis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk quarter life crisis yang tergambar dalam ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an tercermin melalui pengalaman krisis yang dialami para tokoh muda tersebut, seperti tekanan sosial dan ideologis, konflik batin dalam menentukan keyakinan dan arah hidup, ketidakpastian masa depan, serta ujian keimanan dan integritas diri. Kisah Ashabul Kahfi merepresentasikan krisis akibat tekanan kekuasaan dan lingkungan sosial, kisah Nabi Ibrahim menggambarkan krisis intelektual dan spiritual dalam menghadapi tradisi masyarakat yang menyimpang, sementara kisah Nabi Yusuf menunjukkan krisis personal berupa ketidakadilan dan penderitaan yang berlarut-larut. Penelitian ini juga menemukan bahwa ayat-ayat pemuda dalam Al-Qur’an mengandung nilai-nilai keteladanan yang relevan untuk menghadapi fenomena quarter life crisis, antara lain keteguhan iman, ketegasan dalam mempertahankan prinsip kebenaran, kesabaran dalam menghadapi ujian, keberanian moral dalam mengambil keputusan hidup, serta tawakal kepada Allah swt.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Maslah Datil Ben |
| Date Deposited: | 06 Jan 2026 01:04 |
| Last Modified: | 06 Jan 2026 01:04 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51575 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
