Nazulfa, Nur Indah (2025) Laghw dalam al-Qur’an dan Kontekstualisasinya Pada Masa Sekarang. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Nur Indah Nazulfa_212104010033.pdf Download (3MB) |
Abstract
ABSTRAK
Nur Indah Nazulfa, 2025: Laghw dalam al-Qur’an dan Kontekstualisasinya pada Masa Sekarang
Kata kunci: Laghw, al-Qur’an, Kontekstualisasi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan sekaligus tantangan baru bagi manusia. Individu semakin mudah terjebak dalam aktivitas sia-sia yang menyita waktu dan tidak memberi kemanfaatan. Dalam perspektif islam ativitas tersebut disebut dengan laghw. Para mufassir mendefinisikan laghw sebagai suatu aktivitas yang tidak bermanfaat dan harus dihindari karena tidak membawa kebaikan. Hal ini memiliki relevansi dengan beberapa fenomena di masa kini, seperti scrolling konten tanpa batas, mencari informasi tidak berguna, dan penggunaan bahasa toxic. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa fenomena tersebut berdampak negatif bagi kehidupan manusia. Berangkat dari situ, penelitian ini berusaha mengkaji laghw lebih dalam melalui kontekstualisasi laghw di masa sekarang, sebagai upaya menghidupkan ayat-ayat laghw dalam al-Qur’a>n agar pesannya dapat diemplementasikaan dalam kehidupan.
Fokus penelitian yang akan dikaji dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana konsep laghw dalam al-Qur’ān? 2) Bagaimana kontekstualisasi laghw dalam al-Qur’ān pada masa sekarang? Sementara tujuan penelitian ini yaitu: 1) Menjelaskan tentang konsep laghw dalam al-Qur’ān 2) Memaparkan tentang kontekstualisasi laghw dalam al-Qur’ān pada masa sekarang
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Sumber data primernya adalah ayat-ayat laghw dalam al-Qur’a>n dan teori double movement, sementara data sekundernya diambil dari buku, kitab, jurnal ataupun skripsi yang berhubungan dengan penelitian yang dilakukan. Data-data tersebut dikumpulkan dengan teknik kepustakaan, yang kemudian dianalisis dengan metode deskripstif-analisis.
Penelitian ini menghasilkan dua kesimpulan jawaban atas rumusan masalah: 1) Ayat-ayat laghw dalam al-Qur’an tersebar di 11 tempat. Adapun maknaya dalam al-Qur'an memiliki 2 cakupan yaitu sumpah laghw dan perbuatan atau perkataan laghw. Para mufassir menjelaskan bahwa sumpah laghw ialah sumpah yang tidak diniatkan bersumpah dan tidak mewajibkan membayar kafarat. Adapun perbuatan atau perkataan laghw, yaitu perbuatan dan perkataan tidak berguna yang tidak membawa kebaikan. Para mufassir menegaskan agar manusia menjaga diri, menjauhkan diri, dan memiliki sikap abai terhadap laghw. 2) Kontekstualisasi laghw pada masa sekarang tidak memiliki perubahan makna yang signifikan dengan masa saat ayat diturunkan, yakni masih berupa sesuatu yang sia-sia dan tidak berguna. Namun dalam perkembangannya, laghw di masa kini hadir dalam lingkup fisik dan juga virtual. Contoh laghw di masa kini yaitu budaya scrolling, cyberbullying, shaming, dan stalking. Ideal moral ayatnya mengarahkan umat islam untuk menjaga lisan, perilaku dan waktu. Sehingga kontekstualisasinya dengan laghw di masa kini yaitu dengan menggunakan media digital secara bijak, sehingga tidak membawa kemudharatan bagi penggunanya.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | nur indah nazulfa |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 02:23 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 02:25 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51769 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
