ANALISIS PEMANFAATAN TANAH GADAI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN KRANJINGAN, KECAMATAN SUMBERSARI, KABUPATEN JEMBER)

Ramadhanie, Alfian (2026) ANALISIS PEMANFAATAN TANAH GADAI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM (STUDI KASUS KELURAHAN KRANJINGAN, KECAMATAN SUMBERSARI, KABUPATEN JEMBER). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Alfian Ramadhanie (Watermak).pdf

Download (2MB)

Abstract

Alfian Ramadhanie, 2025: Analisis Pemanfaatan Tanah Gadai Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember)

Kata Kunci: Pemanfaatan Tanah Gadai, Hukum Islam, Kelurahan Kranjingan Sumbersari Jember.

Praktik pemanfaatan tanah gadai di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, masih berlangsung hingga kini, dalam praktiknya, penerima gadai (murtahin) sering memanfaatkan tanah gadai secara produktif tanpa izin jelas dari pemilik (rahin). Kajian ini menelusuri kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip hukum Islam, khususnya terkait keadilan dan larangan riba dalam akad rahn. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman hukum dan solusi keagamaan yang aplikatif bagi masyarakat.
Penelitian ini memiliki dua rumusan masalah yakni pertama, bagaimana praktik pemanfaatan tanah gadai yang terjadi di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember?, kedua, Bagaimana analisis pemanfaatan tanah gadai di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember ditinjau dari perspektif hukum Islam?.
Tujuan penelitian, Pertama, mendeskripsikan praktik pemanfaatan tanah gadai yang terjadi di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, kedua, menganalisis praktik pemanfaatan tanah gadai di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember ditinjau dari perspektif hukum Islam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus, yang bertujuan menggali secara mendalam praktik pemanfaatan tanah gadai di Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember.
Hasil dari penelitian ini yakni. 1) Praktik gadai tanah di Kelurahan Kranjingan merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan secara lisan sebagai solusi ekonomi masyarakat, di mana hasil panen selama masa gadai menjadi milik penerima gadai. 2) Meskipun jumhur ulama melarang pemanfaatan barang gadai oleh murtahin karena berpotensi riba, Mazhab Hanafi membolehkannya jika ada izin dari pemilik. Dalam konteks Kranjingan, izin tersebut bersifat implisit sesuai adat setempat, sehingga tidak serta-merta termasuk riba. Sehingga jalan keluarnya, agar selaras dengan prinsip syariah, izin pemanfaatan idealnya dinyatakan secara eksplisit dalam akad.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180101 Aboriginal and Torres Strait Islander Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Islam
Depositing User: Alfian Alfian Ramadhanie
Date Deposited: 07 Jan 2026 08:07
Last Modified: 07 Jan 2026 08:07
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51822

Actions (login required)

View Item View Item