Ani Lailatul Islamiyah, Ana (2026) FENOMENA PERNIKAHAN DINI AKIBAT ORANG TUA BEKERJA SEBAGAI TKI PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF (Studi Kasus Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi). Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
Ana Ani Lailatul Islamiyah.pdf Download (2MB) |
Abstract
Ana Ani Lailatul Islamiyah, 2025 : Fenomena Pernikahan Dini Akibat Orang Tua Bekerja Sebagai TKI Perspektif Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi).
Kata Kunci : Fenomena Pernikahan Dini Akibat Orang Tua Bekerja Sebagai TKI.
Fenomena pernikahan dini masih menjadi permasalahan sosial yang kompleks di Indonesia, khususnya di daerah pedesaan dengan tingkat migrasi tenaga kerja yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya pernikahan dini adalah kondisi orang tua yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sehingga menyebabkan lemahnya pengawasan dan pola asuh terhadap anak. Banyak orang tua di Desa Purwoasri bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), sehingga menimbulkan kurangnya pengawasan dan kontrol sosial terhadap remaja, sehingga pernikahan dini menjadi lebih mudah terjadi.
Fokus penelitian pada skripsi ini 2 rumusan masalah antara lain (1) Bagaimana fenomena pernikahan dini akibat orang tua bekerja sebagai TKI di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo? (2) Bagaimana fenomena pernikahan dini akibat orang tua bekerja sebagai TKI perspektif hukum Islam dan hukum positif di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo?. Sedangkan tujuan dari penelitian ini yaitu: pertama, mengetahui fenomena pernikahan dini akibat orang tua bekerja sebagai TKI di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo. Kedua, mengetahui fenomena pernikahan dini dilihat dari perspektif hukum Islam dan hukum positif .
Dalam Penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian hukum empiris. Lokasi penelitian ini berada di Desa Purwoasri Kecamatan Tegaldlimo Kabupaten Banyuwangi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pernikahan dini terjadi karenaa kekhawatiran orang tua dan masyarakat terhadap pergaulan anak, faktor ekonomi, serta tekanan sosial dan budaya. 2) Dalam perspektif hukum Islam, pernikahan dini pada dasarnya diperbolehkan apabila memenuhi syarat dan rukun nikah serta tidak menimbulkan mudarat. Praktik pernikahan dini yang terjadi pada keluarga TKI umumnya dinilai tidak sesuai dengan prinsip maslahat karena berpotensi menimbulkan kemudaratan seperti ketidaksiapan psikologis, konflik rumah tangga, dan putus sekolah. Sementara itu, menurut hukum positif Indonesia, Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 menetapkan batas minimal usia menikah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan. Pernikahan di bawah usia tersebut hanya dapat dilaksanakan melalui dispensasi pengadilan, tetapi dalam praktiknya banyak dilakukan secara informal atau menggunakan izin adat tanpa proses hukum yang sah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180101 Aboriginal and Torres Strait Islander Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ana Ani Lailatul Islamiyah |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 08:19 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 08:19 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51835 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
