Ardian Widi, Muhammad (2025) Retorika persuasif Soekarno dalam membangun legitimasi Demokrasi terpimpin 1959-1966. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Skripsi M. Ardian Widi.pdf Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK
Muhammad Ardian Widi. 2025. Retorika Persuasif Soekarno Dalam Membangun Legitimasi Demokrasi Terpimpin (1959–1966)
Kata Kunci: Soekarno, Retorika, Legitimasi, Demokrasi Terpimpin
Penelitian ini mengkaji bagaimana retorika persuasif Soekarno berperan dalam membangun legitimasi politik pada masa Demokrasi Terpimpin (1959–1966), sebuah periode ketika Indonesia mengalami pergeseran sistem pemerintahan dari demokrasi parlementer menuju kepemimpinan terpusat.
Fokus penelitian ini adalah 1. Apa yang melatar-belakangi dibentuknya demokrasi terpimpin dalam pengaruhnya terhadap Indonesia?. 2. Bagaimana pengaruh retorika persuasif Soekarno terhadap dinamika politik Indonesia selama era Demokrasi Terpimpin (1959-1966)?. Tujuan penelitian ini adalah 1. Menganalisis apa yang melatar belakangi dibentuknya demokrasi terpimpin dalam pengaruhnya terhadap Indonesia. 2. Menganalisis pengaruh retorika persuasif Soekarno dinamika politik Indonesia selama era Demokrasi Terpimpin1959-1966.
Metode yang digunakan adalah metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, dengan menggunakan naskah pidato Soekarno sebagai sumber primer serta literatur akademik dan penelitian terdahulu sebagai sumber sekunder.
Dapat disimpulkan bahwa lahirnya Demokrasi Terpimpin dilatarbelakangi oleh kondisi ketidakstabilan politik, kegagalan Demokrasi Liberal, serta fragmentasi partai yang dianggap menghambat jalannya revolusi dan persatuan nasional. Dalam konteks ini, Demokrasi Terpimpin menjadi upaya Soekarno untuk mengonsolidasikan kekuasaan negara, memperkuat peran presiden, dan mengarahkan kehidupan politik Indonesia sesuai dengan ideologi nasionalisme, revolusi, dan anti-imperialisme. Sejalan dengan itu, retorika persuasif Soekarno memainkan peran sentral dalam dinamika politik era 1959–1966, tidak hanya sebagai alat komunikasi politik, tetapi juga sebagai sarana mobilisasi massa, legitimasi kekuasaan, dan pembentukan kesadaran ideologis rakyat. Melalui bahasa yang karismatik, emosional, dan simbolik, Soekarno mampu mempengaruhi arah kebijakan politik, memperkuat dukungan publik, serta menjaga kohesi nasional di tengah berbagai tantangan politik dan krisis. Dengan demikian, Demokrasi Terpimpin dan retorika Soekarno saling terkait erat sebagai instrumen strategis dalam membentuk arah politik dan ideologi Indonesia pada masa tersebut.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210201 Archival, Repository and Related Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam |
| Depositing User: | Man Muhammad Ardian Widi |
| Date Deposited: | 08 Jan 2026 02:01 |
| Last Modified: | 08 Jan 2026 02:01 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51899 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
