Silaturrohmah, Firda (2025) Larangan Menyentuh Dan Membaca Al-Qur’an Oleh Perempuan Haid: Studi Living Hadis Di Al Ghofilin Dan Al Hamid Jember. Masters thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
FIRDA SILATURROHMAH_233206080017.pdf Download (4MB) |
Abstract
ABSTRAK
Silaturrohmah, Firda 2025. Larangan Menyentuh dan Membaca Al-Qur’an oleh Perempuan Haid: Studi Living Hadis di Al Ghofilin dan Al Hamid Jember. Tesis. Program Studi Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pembimbing I: Dr. H. Safrudin Edi Wibowo Lc.,M.Ag. Pembimbing II: Dr. Siti Masrohatin, S.E, M.M
Kata kunci: Living Hadis, Perempuan Haid, Hermeneutika Gadamer
Penelitian ini berangkat dari adanya perbedaan interpretasi hadis mengenai larangan membaca dan menyentuh Al-Qur’an bagi perempuan yang sedang haid, khususnya dalam konteks pesantren tahfidz. Mayoritas ulama klasik cenderung memahami hadis tersebut secara literal dan normatif, sehingga melahirkan praktik pelarangan yang ketat. Sebaliknya, sebagian ulama kontemporer menawarkan pemahaman yang lebih longgar dengan mempertimbangkan kelemahan kualitas hadis larangan serta kebutuhan menjaga kontinuitas hafalan Al-Qur’an. Perbedaan pandangan ini berdampak langsung pada akses santriwati terhadap proses tahfidz yang menuntut konsistensi murāja’ah. Fenomena tersebut tampak nyata pada dua pesantren tahfidz di Jember, yaitu Pondok Pesantren Al-Ghofilin yang menerapkan kebijakan ketat dan Ma’had Tahfidz Al-Qur’an Al-Hamid yang bersikap lebih akomodatif.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pemahaman dan praktik hadis larangan membaca dan menyentuh Al-Qur’an bagi perempuan haid di pesantren tahfidz, menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan interpretasi tersebut, serta mengkaji implikasinya terhadap akses dan keberlangsungan hafalan santri perempuan. Berdasarkan tujuan tersebut, pertanyaan penelitian yang diajukan meliputi: bagaimana pemahaman pengasuh dan santri terhadap hadis larangan tersebut, faktor apa saja yang melatarbelakangi perbedaan praktik di masing-masing pesantren, serta bagaimana dampaknya terhadap proses murāja’ah dan pendidikan tahfidz santriwati.
Secara teoretis, penelitian ini menggunakan pendekatan Living Hadis untuk melihat bagaimana hadis dipraktikkan dan dihidupi dalam realitas sosial pesantren. Selain itu, hermeneutika Hans-Georg Gadamer digunakan untuk memahami peran tradisi, otoritas keilmuan, dan pra-pemahaman dalam proses interpretasi hadis oleh para pengasuh pesantren. Kerangka ini memungkinkan analisis yang tidak berhenti pada teks normatif, tetapi juga memperhatikan konteks sosial dan historis pemaknaan hadis.
Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dalam penelitian kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasi. Validitas data dijaga melalui triangulasi sumber, metode, dan teori. Dengan pendekatan tersebut, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kontribusi teoretis dalam kajian hadis serta rekomendasi praktis bagi pesantren dalam merumuskan kebijakan pendidikan tahfidz yang lebih responsif terhadap kebutuhan santri perempuan tanpa mengabaikan adab terhadap Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220405 Religion and Society |
| Divisions: | Program Magister > Studi Islam |
| Depositing User: | Ms Firda Silaturrohmah |
| Date Deposited: | 09 Jan 2026 01:21 |
| Last Modified: | 09 Jan 2026 01:21 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51958 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
