Paktik Pembacaan “Ayat 30” Sebagai Upaya Pembentengan Diri Dari Makhluk Halus di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo, Lumajang (Kajian Living Qur'an)

Muzayyanah, Lutfina (2025) Paktik Pembacaan “Ayat 30” Sebagai Upaya Pembentengan Diri Dari Makhluk Halus di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo, Lumajang (Kajian Living Qur'an). Undergraduate thesis, UIN KH. Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Lutfina Muzayyanah_212104010007.pdf

Download (3MB)

Abstract

Lutfina Muzayyanah, 2025: Praktik Pembacaan “Ayat 30” Sebagai Upaya Pembentengan Diri Dari Makhluk Halus Di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Wonorejo, Lumajang (Kajian Living Qur’an)
Kata Kunci : Pondok Pesantren, Living Qur’an, Resepsi santri
Kegiatan pembacaan Ayat 30 di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang merupakan sebuah tradisi unik yang hidup dan berkembang di tengah kehidupan santri. Praktik ini menarik perhatian karena dipercaya memiliki nilai spiritual tersendiri, yaitu sebagai ikhtiar dalam menjaga ketenangan dan keselamatan lingkungan pesantren. Tradisi pembacaan Ayat 30 lahir dari pengalaman pengasuh pesantren yang mendapati santri-santrinya sering mengalami kejadian aneh.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: pertama, bagaimana latar belakang munculnya praktik pembacaan Ayat 30 di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin Lumajang? Kedua, bagaimana resepsi santri terhadap pembacaan Ayat 30 tersebut menurut teori konstruksi social Peter L. Berger di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin?. Adapun tujuan penelitian dalam skripsi ini ialah yang pertama, untuk menjelaskan praktik pembacaan Ayat 30 sebagai upaya pembentengan diri dari makhluk halus di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin. Kedua, mengidentifikasi resepsi para santri terhadap praktik pembacaan Ayat 30 melalui teori konstruksi social Peter L. Berger di Pondok Pesantren Kyai Syarifuddin.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan pendekatan fenomenologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Praktik pembacaan Ayat 30 bermula dari pengalaman spiritual pengasuh pesantren yang kemudian diekspresikan dalam bentuk praktik keagamaan yang dibacakan rutin setiap hari setiap menjelang maghrib. 2) Praktik pembacaan Ayat 30 terbentuk dengan tiga proses. Pertama, eksternalisasi. Dimana dalam proses ini pengasuh pondok menyampaikan gagasannya kepada santri dengan mengijazahkan Ayat 30 untuk dibacakan setiap hari. Kedua, objektivasi. Pada tahap ini praktik Ayat 30 dilembagakan dan diterima secara kolektif oleh para santri hingga menjadi tradisi khas pesantren. Ketiga, Internalisasi. Dimana makna spiritual dari pembacaan Ayat 30 diinternalisasi oleh para santri hingga membentuk kesadaran religius dan perilaku spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tradisi pembacaan Ayat 30 bukan hanya bentuk ibadah rutin, tetapi merupakan hasil konstruksi sosial yang menjadikan teks Al-Qur’an hidup dalam pengalaman keagamaan santri.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2203 Philosophy > 220317 Poststructuralism
22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Miss Lutfina Muzayyanah
Date Deposited: 09 Jan 2026 02:16
Last Modified: 09 Jan 2026 02:16
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/51999

Actions (login required)

View Item View Item