Imron, Ali (2026) Etnobotani Kearifan Lokal Masyarakat Ledokombo Kabupaten Jember Dalam Upaya Pelestarian Bambu Dan Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Leaflet. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.
|
Text
baru Skripsi imron watermark.pdf Download (2MB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan masyarakat Kecamatan Ledokombo terhadap bambu sebagai bahan bangunan, perabotan rumah tangga, pertanian, permainan tradisional, serta pemanfaatan lain yang diwariskan. secara turun-temurun. Kajian etnobotani diperlukan untuk mendokumentasikan kearifan lokal tersebut, sekaligus mengembangkan media pembelajaran berbasis potensi daerah.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi jenis-jenis bambu yang dimanfaatkan oleh masyarakat Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember, (2) mendeskripsikan cara pemanfaatan bambu serta praktik pengolahan tradisional seperti pemilihan umur panen, penentuan hari baik, teknik pengawetan, hingga proses pengeringan, dan (3) mengetahui hasil validasi leaflet pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan data etnobotani bambu.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber serta teknik. Subjek penelitian meliputi pemilik kebun bambu, pengrajin, dan masyarakat pengguna bambu. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima spesies bambu yang dimanfaatkan masyarakat, yaitu Gigantochloa atter (Bambu Keles), Gigantochioa apus (Bambu Tali), Dendrocalamus asper (Bambu Petung), Bambusa vulgaris (Bambu Ampel), dan Bambusa vulgaris var. striata (Bambu Kuning). Masing-masing spesies memiliki fungsi berbeda sesuai karakteristik morfologi. Masyarakat juga menerapkan teknik pengolahan tradisional, antara lain perendaman bambu selama 4-8 minggu di air mengalir atau air tergenang/lumpur untuk mengurangi getah. Secara biologis, perendaman di air mengalir memicu difusi osmotik yang menarik keluar pati, sedangkan kondisi anaerobik pada lumpur memicu fermentasi bakteri yang menghasilkan senyawa asam laktat dan alkohol yang tidak disukai hama. Teknik lain seperti pengeringan di tempat teduh dan penentuan hari baik menegaskan peran kearifan lokal dalam menjaga mutu bambu. Analisis Use Value (UV) menunjukkan Bambu Keles memiliki nilai pemanfaatan tertinggi yaitu sebesar (6,5).
Leaflet pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan hasil penelitian ini memperoleh nilai validasi ahli materi sebesar 85% dan validasi ahli media sebesar 88%, keduanya termasuk kategori sangat layak, sehingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan sarana edukasi pelestarian bambu bagi masyarakat Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember.
Kata Kunci: Etnobotani, Bambu, Ledokombo, Pemanfaatan. Leaflet Pembelajaran
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 06 BIOLOGICAL SCIENCES > 0607 Plant Biology > 060703 Plant Developmental and Reproductive Biology 13 EDUCATION > 1302 Curriculum and Pedagogy > 130202 Curriculum and Pedagogy Theory and Development 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1604 Human Geography > 160403 Social and Cultural Geography |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Tadris Biologi |
| Depositing User: | Ali Imron |
| Date Deposited: | 12 Jan 2026 01:28 |
| Last Modified: | 12 Jan 2026 01:28 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52053 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
