ZUHUD DALAM PANDANGAN BUYA HAMKA (ANALISIS TAFSIR AL AZHAR)

cristanti, dilla (2025) ZUHUD DALAM PANDANGAN BUYA HAMKA (ANALISIS TAFSIR AL AZHAR). Undergraduate thesis, UNIVERSITAS ISLAM NEGERI KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
Dilla Cristanti 212104010025 (Watermak) (1) (1).pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Zuhud, Buya Hamka, Tafsir al-Azhar
Zuhud merupakan salah satu ajaran penting dalam Al-Qur’an yang mengarahkan
manusia agar tidak terikat secara berlebihan pada kehidupan dunia. Dalam realitas
kehidupan modern, kecenderungan materialistik sering menjadikan dunia sebagai
tujuan utama, sehingga melahirkan sikap konsumtif, hedonis, dan melemahnya
kesadaran spiritual. Kondisi ini menuntut pemahaman zuhud yang tidak ekstrem
dan mampu menjawab tantangan zaman. Oleh karena itu, pemikiran Buya Hamka
dalam Tafsir al-Azhar menjadi penting untuk dikaji karena menawarkan konsep
zuhud yang moderat dan kontekstual.
Penelitian ini disusun berdasarkan tiga rumusan masalah. Pertama, bagaimana
pandangan Buya Hamka tentang zuhud dalam Tafsir al-Azhar. Kedua, faktor-faktor
apa saja yang memengaruhi pandangan Hamka tentang zuhud dalam Tafsir alAzhar. Ketiga, bagaimana relevansi pandangan zuhud menurut Buya Hamka dalam
menghadapi tantangan kehidupan modern. Adapun tujuan penelitian ini adalah
untuk menjelaskan konsep zuhud menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar,
mengkaji faktor-faktor yang membentuk pandangan tersebut, serta menganalisis
relevansi nilai zuhud sebagai pedoman etis dan spiritual dalam kehidupan
masyarakat masa kini.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research) dan model deskriptif-analitis. Data dikumpulkan
dari ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas zuhud, kitab-kitab tafsir, serta karya Buya
Hamka. Teknik analisis dilakukan dengan mengelompokkan ayat, memahami
maknanya, lalu menghubungkannya dengan kondisi masyarakat modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep zuhud dalam Al-Qur’an memiliki
dasar yang jelas. QS. Al-Qashash: 77 menjelaskan pentingnya keseimbangan hidup,
QS. Al-Hadid: 20 mengingatkan bahwa dunia bersifat sementara, dan QS. AlHadid: 23 mengajarkan agar manusia tidak terlalu terikat pada harta. Penjelasan
Hamka menunjukkan bahwa zuhud bukan meninggalkan dunia, tetapi mengelola
materi dengan hati yang tetap terikat pada Allah. Oleh karena itu, zuhud relevan
sebagai panduan hidup untuk mengurangi dampak negatif gaya hidup materialistik
di zaman sekarang.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Dilla Cristanti
Date Deposited: 12 Jan 2026 03:59
Last Modified: 12 Jan 2026 03:59
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52087

Actions (login required)

View Item View Item