Sejarah Alih Fungsi Stasiun Kereta Api Lumajang Menjadi Gudang Ekspedisi Pada Tahun 1906-1992

Choiriyah, Siti (2025) Sejarah Alih Fungsi Stasiun Kereta Api Lumajang Menjadi Gudang Ekspedisi Pada Tahun 1906-1992. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Skripsi Siti Choiriyah.pdf

Download (2MB)

Abstract

Jalur kereta api Lumajang terletak di wilayah Jawa Timur yang dibangun pada masa kolonial pada tahun 1896 oleh Pemerintah kolonial Belanda Staatschpoorwegen (SS). Dan memiliki bangunan stasiun dengan tinggi +51m diatas permukaan laut. Dibangunnya jalur kereta api di Lumajang tidak lain untuk memudahkan angkutan produk komoditas seperti tebu, teh, tembakau dari wilayah Lumajang menuju pelabuhan terdekat yaitu pelabuhan Suabaya. Terdapat beberapa perusahaan tebu maupun tembakau yang ada di wilayah Lumajang yang sebagain besar dikelola oleh penduduk Tionghoa.

Fokus penelitian dalam skripsi ini dibagi menjadi dua, yaitu : 1) Bagaimana transformasi penutupan jalur kereta api Lumajang pada tahun 1906-1988? 2) Bagaimnana dampak penutupan jalur kereta api Lumajang menjadi gudang ekspedisi pada tahun 1988-1992? Berdasarkan fokus tersebut, tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengetahui bagaimana transformasi penutupan jalur kereta api Lumajang pada tahun 1906-1988. 2) Menjelaskan dampak sosial ekonomi bagi masyarakat Tompokersan setelah terjadinya penutupan jalur kereta api Lumajang.

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang meliputi lima tahap : pemilihan topik, pengumpulan sumber (heursitik), kritik sumber (verifikasi), interpretasi, dan historiografi. Sumber yang digunakan meliputi arsip data digital dari KITLV dan Dhelper.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Transformasi penutupan jalur kereta api Lumajang dimulai pada abad ke-20 yang mana wilayah Lumajang mengalami tidak kesejahteraan masyarakat akibat berlakunya tanam paksa yang mana para patani melakukan perlawanan terhadap pihak perkebunan. Keadaan geografis terjadinya banjir lahar dingin akibat meletusnya Gunung Semeru. Adanya tuntutan dari pihak swasta yang membutuhkan akses jalan lebih baik ketika pengangkutan komoditas dilakukan di lereng Gunung Semeru yang jalannya cenderung berkelok-kelok. Terjadinya fluktuasi produk dan harga jual Tembakau di Lumajang pada tahun 1906. Terjadinya great depression tahun 1929-1939. Efisiensi kendaraan bermotor pada tahun 1939-1950-an. (2) Penutupan stasiun Lumajang menimbulkan dampak bagi masyarakat Tompokersan, yang mana secara ekonomi masyarakat menjadi kehilangan pekerjaan terutama para staf stasiun dan melakukan migrasi untuk keberlangsungan hidupnya. Namun, secara sosialnya dapat dilihat dari ruas bekas rel kereta api yang kini menjadi akses jalan dan dijadikan sebagai tempat interaksi sosial masyarakat setempat.

Kata Kunci : Alih Fungsi, Dampak, Stasiun Lumajang

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 21 HISTORY AND ARCHAEOLOGY > 2102 Curatorial and Related Studies > 210202 Heritage and Cultural Conservation
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Ms Siti Choiriyah
Date Deposited: 13 Jan 2026 01:19
Last Modified: 13 Jan 2026 01:19
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52119

Actions (login required)

View Item View Item