Sari, Melinda (2025) Fenomena Marriage Is Scary dalam Tinjauan Fiqh Munakahat. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Shiddiq Jember.
|
Text
Melinda Sari_214102010023.pdf Download (899kB) |
Abstract
Melinda Sari, 2025: Fenomena Marriage is Scary dalam Tinjauan Fiqh Munakahat
Kata Kunci: Fenomena, Marriage is Scary, Fiqh Munakahat
Fenomena marriage is scary ini mencerminkan tentang bagaimana ketakutan atau keraguan terhadap pernikahan, baik karena faktor ekonomi, sosial, pengaruh media sosial, maupun pengalaman pribadi atau lingkungan sekitar. Fenomena ini terwujud dari adanya penurunan minat menikah dan angka perceraian. Dengan demikian, marriage is scary perlu dikaji secara normatif yakni dengan menggunakan kajian terdahulu dan menganalisisnya secara perspektif fiqh munakahat.
Adapun fokus penelitian pada skripsi ini antara lain: 1) Bagaimana gambaran marriage is scary dengan menunjukkan temuan penelitian terdahulu? 2) Bagaimana gambaran marriage is scary dalam tinjauan fiqh munakahat?
Tujuan penelitiannya ialah: 1) Untuk menganalisis bagaimana gambaran marriage is scary yang terjadi dengan menunjukkan temuan penelitian terdahulu dan 2) Untuk memahami gambaran marriage is scary yang ditinjau dari fiqh munakahat.
Jenis penelitiannya ialah penelitian normatif dengan pendekatan historis, konseptual, dan kasus. Analisis datanya ialah kualitatif normatif. Teknik pengumpulan datanya yakni menggunakan literatur kepustakaan.
Kesimpulan hasil penelitian ini: 1) Data KemenPPPA tahun 2025 menunjukkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih didominasi korban perempuan, menandakan rumah tangga belum sepenuhnya menjadi ruang aman. Kondisi ini mencerminkan ketidaksetaraan peran dan ketidaksiapan emosional yang memicu trauma serta persepsi negatif terhadap pernikahan di kalangan generasi muda. Sejalan dengan itu, tren penurunan angka pernikahan dan meningkatnya angka perceraian saling berkaitan dan melahirkan pandangan marriage is scary, yang bukan penolakan terhadap pernikahan, melainkan sikap
realistis dan selektif dalam memaknai pernikahan sebagai komitmen besar. 2)Berdasarkan Q.S. Ar-Rūm ayat 21, pernikahan dalam Islam bertujuan mewujudkan
sakinah, mawaddah, dan rahmah sebagai relasi yang setara dan bebas dari kekerasan. Namun, fenomena marriage is scary mencerminkan kesenjangan antara tujuan ideal pernikahan dalam Islam dan realitas sosial dalam kehidupan masyarakat, yang ditandai oleh kekerasan rumah tangga, menurunnya minat
menikah, dan meningkatnya perceraian. Hadis Nabi Muhammad SAW menegaskan pernikahan sebagai sarana menjaga kehormatan dan kemaslahatan bagi mereka yang telah mampu. Dalam perspektif maqāṣid al-syarī’ah, pernikahan berfungsi menjaga agama dan keturunan. Dengan demikian, marriage is scary yang bukan penolakan terhadap pernikahan, melainkan refleksi lemahnya penanaman nilai-nilai Islam dalam setiap individu atau internalisasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga diperlukan penguatan pemahaman dan kesiapan agar tujuan syariat tercapai.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012801 Pernikahan (Secara Umum) 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Ms Melinda Sari |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 07:15 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 07:15 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52237 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
