Pernikahan dalam Perspektif Al-Ghazali dan Kontekstualisasinya pada Fenomena “Marriage is Scary” (Studi Analisis Kitab Iḥya‟ „Ulum ad-Diin)

Syafi, Muhammad Farouq Auni (2025) Pernikahan dalam Perspektif Al-Ghazali dan Kontekstualisasinya pada Fenomena “Marriage is Scary” (Studi Analisis Kitab Iḥya‟ „Ulum ad-Diin). Masters thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
233206080007_Muhammad Farouq Auni Syafi.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kata kunci: Pernikahan, Ihya‟ Ulum ad-Din, Fenomena “Marriage is Scary”,
Kontekstualisasi

Pernikahan, sebagai institusi fundamental kini mengalami degradasi makna dan esensi secara global. Fenomena "marriage is scary" merebak seiring dengan penurunan angka pernikahan, Krisis ini bersumber dari disorientasi tujuan pernikahan dan distorsi pemahaman, termasuk kesalahan dalam menafsirkan ajaran agama yang menggambarkan pernikahan sebagai bentuk eksploitasi. Melalui salah satu sub-bab Ihya‟ Ulum ad-Din, Imam Al-Ghazali bertujuan untuk merekonstruksi makna pernikahan. Al-Ghazali menawarkan perspektif sufistik yang memandang pernikahan sebagai sarana peningkatan spiritual dan pengabdian kepada Allah, bukan sekadar ikatan sosial. Kajian ini bertujuan mengungkap relevansi pemikiran Al-Ghazali dalam menjawab kegelisahan modern terhadap pernikahan. Dengan demikian, tesis ini diharapkan dapat menjembatani nilai- nilai Islam tradisional dengan realitas kontemporer untuk menawarkan solusi yang berdasar pada khazanah keilmuan klasik.
Fokus penelitian tesis ini adalah: 1) bagaimana pernikahan perspektif al-Ghazali dalam kitab Ihya‟ Ulum ad-Din?. 2) bagaimana identifikasi dari fenomena ―marriage is scary‖?. 3) bagaimana kontekstualisasi pernikahan perspektif al-Ghazali berkaitan dengan fenomena ―marriage is scary‖?. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian library research (studi pustaka). Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan menggunakan Hermeneutika Gadamer pendekatan konteks sosial-politik. Untuk teknik analisis datanya menggunakan content analysis (analiis isi). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, yakni dengan menghimpun dan mencari referensi yang berkaitan dengan objek penelitian.
Dalam penelitian ini memperoleh kesimpulan (1) Al-Ghazali menggambarkan pernikahan sebagai sebuah ujian yang mampu menjadi media tazkiyatun-nafs mengantarkan manusia menjadi pribadi yang lebih beriman. Al-Ghazali juga menekankan bahwa pasangan suami-istri harus menyadari bahwa keduanya memiliki kewajiban dan hak dan harus saling melengkapi dalam mengatasi kelemahan masing-masing supaya dapat menciptakan keluarga yang harmonis.(2) Fenomena ―marriage is scary‖ bukanlah sekedar sebuah trend dalam kehidupan global. Fenomena ini lahir sebagai buah dari pemikiran kritis berkepanjangan dengan banyak pertimbangan. Fenomena ini juga lahir dari bias informasi yang tersebar dalam berbagai platform media sosial, yang berakibat miskonsepsi akan pernikahan.(3) Kontekstualisasi pemikiran konsep pernikahan al- Ghazali dalam konteks fenomena ―marriage is scary‖, diperlukan dalam beberapa sub- pemikiran. Dalam memahami ketakutan faktor ekonomi, pemikiran al-Ghazali terdapat sebagian yang relevan, seperti kebolehan menunda pernikahan jika tidak memiliki pekerjaan. Dalam memahami ketakutan relasi patriarki, ketakutan pasangan yang salah, dan kehidupan pasangan yang tidak harmonis, terdapat pula sebagian yang relevan, seperti hak dan kewajiban pasangan, interaksi dalam keseharian, dan komunikasi untuk saling melengkapi.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Program Magister > Studi Islam
Depositing User: Muhammad Farouq Auni Syafi
Date Deposited: 20 Jan 2026 02:21
Last Modified: 20 Jan 2026 02:21
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52258

Actions (login required)

View Item View Item