Pencatatan Tradisi Bhubu sebagai Utang Piutang dalam Siklus Akuntansi pada Adat Pernikahan di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember

Ainiyah, Qiqi Zakiyah (2026) Pencatatan Tradisi Bhubu sebagai Utang Piutang dalam Siklus Akuntansi pada Adat Pernikahan di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Qiqi Zakiyah Ainiyah_222105030054.pdf

Download (5MB)

Abstract

Qiqi Zakiyah Ainiyah, Fauzan, 2026: Pencatatan Tradisi Bhubu sebagai Utang Piutang dalam Siklus Akuntansi pada Adat Pernikahan di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember
Kata kunci: Siklus akuntansi, pencatatan, tradisi bhubu, utang piutang
Tradisi bhubu merupakan praktik sosial dalam adat pernikahan yang mengalami pergeseran makna dari gotong royong menjadi utang piutang sosial karena adanya kewajiban pengembalian bantuan di masa mendatang. Masyarakat Curahkalong telah melakukan pencatatan secara sederhana sebagai bentuk pengingat dan pertanggungjawaban. Namun pencatatan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan tahapan siklus akuntansi.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah mekanisme pencatatan tradisi bhubu sebagai utang piutang dalam siklus akuntansi pada adat pernikahan di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember? 2) Faktor apa saja yang menjadi tantangan dalam menerapkan siklus akuntansi pada pencatatan tradisi bhubu sebagai utang piutang di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember.
Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui mekanisme pencatatan tradisi bhubu sebagai utang piutang dalam siklus akuntansi pada adat pernikahan di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember 2) Untuk mengetahui faktor yang menjadi tantangan dalam menerapkan siklus akuntansi pada pencatatan tradisi bhubu sebagai utang piutang di Desa Curahkalong Bangsalsari Kabupaten Jember.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Pendekatan ini dugunakan untuk memahami secara mendalam praktik pencatatan tradisi bhubu yang berlangsung secara alami di masyarakat Curahkalong serta menggambarkan bagaimana praktik pencatatan tersebut berkaitan dengan konsep siklus akuntansi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan tradisi bhubu dilakukan secara sederhana dengan mencatat identitas pemberi, jenis, dan jumlah bhubu. Praktik ini mencerminkan tahap awal siklus akuntansi, namun belum mencakup proses penjurnalan, pengelompokan, dan pelaporan keuangan secara lengkap. Tradisi bhubu dipahami sebagai utang piutang sosial yang harus dikembalikan di masa mendatang dengan nilai yang setara. Tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pemahaman akuntansi, kebiasaan pencatatan yang sederhana, serta kuatnya pengaruh normal sosial dan kepercayaan masyarakat setempat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 14 ECONOMICS > 1401 Economic Theory > 140103 Mathematical Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Akuntansi Syariah
Depositing User: Ms Qiqi Zakiyah Ainiyah
Date Deposited: 08 Apr 2026 08:22
Last Modified: 08 Apr 2026 08:22
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52614

Actions (login required)

View Item View Item