Iksan, Mohammad (2026) Kajian Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Ahli Waris Orang Hilang (Mafqud) Perspektif Kompilasi Hukum Islam Dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Studi Penetapan Pengadilan Agama Rantau Nomor 78/Pdt.P/2023/PA.Rtu). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Mohammad Iksan_222102010040.pdf Download (2MB) |
Abstract
Mafqud merupakan seseorang yang hilang tanpa diketahui keberadaannya dan keadaannya apakah masih hidup atau telah meninggal dunia, sehingga menimbulkan ketidakpastian hukum dalam berbagai aspek keperdataan. Kondisi tersebut berpotensi merugikan ahli waris yang mafqud itu sendiri maupun ahli waris lainnya apabila tidak disertai dengan kepastian hukum melalui penetapan pengadilan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan ahli waris mafqud menurut Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, serta mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam Penetapan Pengadilan Agama Rantau Nomor 78/Pdt.P/2023/PA.Rtu dan implikasinya terhadap perlindungan hukum bagi ahli waris mafqud perspektif Kompilasi Hukum Islam dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konsep (conseptual approach). Teknik pengumpulan bahan hukum dalam penelitian ini dilakukan dengan kajian kepustakaan (library research), yaitu dilakukan dengan mengumpulkan sumber bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penetapan Pengadilan Agama Rantau Nomor 78/Pdt.P/2023/PA.Rtu menegaskan status ahli waris mafqud sebagai subjek hukum yang secara yuridis dianggap masih hidup dan karenanya tetap memiliki hak kewarisan. 2) Penetapan tersebut berimplikasi pada terjaminnya perlindungan hukum bagi ahli waris mafqud, dimana haknya sebagai ahli waris ditangguhkan pelaksanaannya, mengatur mekanisme penitipan terhadap bagian warisnya, serta memberikan jaminan pengembalian dan pemulihan hak apabila di kemudian hari mafqud terbukti masih hidup, sehingga mencegah terjadinya penghilangan atau pengabaian hak. 3) Selaras dengan itu, baik menurut Kompilasi Hukum Islam maupun Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, kedudukan ahli waris mafqud pada prinsipnya tetap diakui sebagai subjek hukum yang memiliki hak kewarisan selama belum ada penetapan hukum yang menyatakan kematiannya, yang secara komprehensif memperkuat kerangka perlindungan hukum terhadap ahli waris mafqud dalam sistem hukum yang berlaku.
Kata kunci: Perlindungan Hukum, Ahli Waris Mafqud, Kompilasi Hukum Islam, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180120 Legal Institutions (incl. Courts and Justice Systems) 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Mohammad Iksan |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 02:32 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 02:32 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52854 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
