Anisa N A, Meliana (2026) STUDI LITERATUR: MODEL PENGASUHAN OTORITER DALAM MEMBANGUN DISIPLIN ANAK USIA 9-12 TAHUN. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Meliana Anisa Nur Azizah_221103030053.pdf Download (8MB) |
Abstract
Meliana Anisa N A, 2026: Studi Literatur: Model Pengasuhan Otoriter dalam Membangun Disiplin Anak Usia 9-12 Tahun
Kata Kunci : pola asuh otoriter, disiplin anak, usia 9-12 tahun, teori perkembangan.
Krisis moral yang terjadi di era modern menuntut adanya penguatan nilai karakter pada anak, salah satunya adalah disiplin. Disiplin merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian dan moral anak yang perlu ditanamkan sejak dini, khususnya pada anak usia 9-12 tahun. Pada masa in, anak mulai mampu berpikir logis, memahami aturan, serta mengembangkan tanggung jawab terhadap perilakunya. Salah satu faktor yang berperan dalam membangun disiplin adalah pola pengasuhan orang tua, khususnya pola asuh otoriter yang menekankan pada kontrol dak kepatuhan terhadap aturan.
Penelitian ini berfokus pada: (1) bagaimana pola asuh otoriter dan disiplin anak berdasarkan prespektif teori (2) bagaimana pola asuh otoriter secara teoritis terhadap perkembangan disiplin anak usia 9-12 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan pola asuh otoriter dan disiplin anak berdasarkan prespektif teori (2) mendeskripsikan pola asuh otoriter secara teoritis terhadap perkembangan disiplin anak usia 9-12 tahun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur (library research). Sumber data utama berasal dari buku Psikologi Perkembangan karya Elizabeth B. Hurlock dan teori Diana Baumrind serta didukung oleh berbagai jurnal ilmiah nasional dan internasional yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis konten melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh otoriter memiliki pengaruh yang bersifat ganda terhadap perkembangan disiplin anak. Di satu sisi, pola asuh otoriter efektif dalam membentuk kepatuhan dan keteraturan perilaku melalui penerapan aturan yang tegas dan konsisten, sehingga mendukung terbentuknya disiplin eksternal. Namun di sisi lain, kurangnya komunikasi terbuka dan minimnya pemahaman terhadap aturan menyebabkan disiplin yang terbentuk cenderung bersifat semu dan tidak berkembang menjadi pengendalian diri (self-regulation). Pada anak usia 9–12 tahun yang mulai berkembang secara kognitif dan sosial, disiplin yang ideal seharusnya tidak hanya didasarkan pada kepatuhan, tetapi juga pada kesadaran moral dan tanggung jawab pribadi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170102 Developmental Psychology and Ageing |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Bimbingan dan Konseling Islam |
| Depositing User: | Meliana Anisa |
| Date Deposited: | 22 Apr 2026 07:38 |
| Last Modified: | 22 Apr 2026 07:38 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/52875 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
