ANALISIS YURIDIS TERHADAP HAK RESTITUSI BAGI KORBAN KERACUNAN MASSAL PROGRAM MBG PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM

Nabiha, Najwa (2026) ANALISIS YURIDIS TERHADAP HAK RESTITUSI BAGI KORBAN KERACUNAN MASSAL PROGRAM MBG PERSPEKTIF HUKUM POSITIF DAN HUKUM ISLAM. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
SKRIPSI NAJWA NABIHA.pdf

Download (783kB)

Abstract

Najwa Nabiha, 2026: Analisis Yuridis Terhadap Hak Restitusi Bagi Korban Keracunan Massal Program MBG Perspektif Hukum Positif dan Hukum Islam
Kata Kunci: Restitusi, Keracunan Massal, MBG, Hukum Positif, Hukum Islam.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya risiko keracunan massal dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimbulkan kerugian bagi masyarakat sebagai penerima manfaat. Dalam kondisi tersebut, muncul kebutuhan akan perlindungan hukum yang menjamin pemulihan hak korban, khususnya melalui mekanisme restitusi. Namun, temuan menunjukkan implementasi hak restitusi di lapangan masih sangat rendah. Banyak kasus tindak pidana yang menimbulkan kerugian fisik dan ekonomi korban, tetapi hak restitusi tidak pernah diajukan ataupun dikabulkan, baik karena ketidaktahuan korban, keterbatasan aparat, minimnya pendampingan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), maupun tidak adanya inisiatif dari penyidik. Adanya kesenjangan regulasi dan implementasi, sehingga hak korban tidak terpenuhi secara optimal yang menjadi salah satu alasan penting mengapa penelitian mengenai hak restitusi terhadap korban keracunan massal program MBG perlu dilakukan.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana pengaturan hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG dalam hukum positif Indonesia? 2. Bagaimana pandangan hukum Islam terhadap hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG? 3. Bagaimana analisis perbandingan antara hukum positif dan hukum Islam dalam penerapan hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG? Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaturan hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG dalam hukum positif Indonesia. 2. Untuk mengetahui dan menganalisis pandangan hukum Islam mengenai hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG. 3. Untuk menganalisis perbandingan antara hukum positif Indonesia dan hukum Islam dalam penerapan hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG.
Jenis penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute research), dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan terkait dengan restitusi.
Penelitian ini memperoleh hasil yakni: 1. Perspektif hukum positif Indonesia: Hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG telah memiliki landasan hukum yang cukup kuat. Namun meskipun pengaturan hukum mengenai restitusi telah tersedia, implementasi pemenuhan hak restitusi bagi korban keracunan massal program MBG masih belum optimal. 2. Perspektif hukum Islam: Program MBG sejalan dengan prinsip perlindungan jiwa (hifz al-nafs) serta kewajiban tanggung jawab dan ganti rugi (dhaman dan ta’widh). 3. Perbandingan antara hukum positif dan hukum Islam: Hukum positif menekankan kepastian hukum melalui mekanisme formal peradilan pidana dengan negara sebagai penjamin pemenuhan hak korban, sedangkan hukum Islam menekankan keadilan substantif, tanggung jawab moral, dan pemulihan korban sebagai bagian dari kemaslahatan dan perlindungan jiwa (hifz al-nafs).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180110 Criminal Law and Procedure (incl. Islamic Criminal Law, Jinayat)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Najwa Nabiha
Date Deposited: 30 Apr 2026 01:13
Last Modified: 30 Apr 2026 01:13
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53036

Actions (login required)

View Item View Item