Huda, Ahmad Yasir (2026) Pergeseran Makna Lafaz Syarr, Fujūr, dan Fasād dalam Karya Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia. Masters thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Tesis Ahmad Yasir Huda rev.pdf Restricted to Registered users only Download (11MB) | Request a copy |
Abstract
ABSTRAK
Huda, Ahmad Yasir. 2026. Pergeseran Makna Lafaz Syarr, Fujūr, dan Fasād dalam Karya Terjemahan Al-Qur’an di Indonesia. Tesis. Program Studi Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pembimbing I: Prof. Dr. H. Safrudin Edi Wibowo, Lc., M.Ag. Pembimbing II: Dr. Win Usuluddin, M.Hum.
Kata Kunci: Pergeseran Makna, Penerjemahan Al-Qur’an, Relevance Theory
Problematika utama dalam penerjemahan Al-Qur’an terletak pada kesulitan mentransfer makna leksikal yang kaya sekaligus nuansa kultural secara ekuivalen ke dalam bahasa sasaran. Tantangan ini semakin kompleks karena banyak lafaz bersifat multidimensional dan kontekstual, terutama pada istilah teologis seperti syarr, fujūr, dan fasād. Meskipun kajian terjemahan Al-Qur’an telah berkembang, masih terdapat gap dalam analisis komparatif yang secara sistematis mengaitkan pergeseran makna, teknik penerjemahan, dan faktor pragmatik-teologis dalam satu kerangka teoretis terpadu.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pola pergeseran semantik, teknik penerjemahan, serta faktor yang melatarbelakanginya dalam perspektif Relevance Theory. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif berbasis studi pustaka dengan analisis semantik dan teori penerjemahan. Data berupa ayat-ayat yang memuat lafaz syarr, fujūr, dan fasād dalam empat terjemahan Indonesia (Kemenag RI, Mahmud Yunus, Ahmad Hassan, dan Quraish Shihab) dianalisis berdasarkan kategori pergeseran makna dan strategi penerjemahan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran makna bersifat sistematis dan tidak acak. Teknik penerjemahan yang dominan adalah literal, diikuti modulasi dan amplifikasi. Secara semantik, ditemukan tiga pola utama: penyempitan dan perluasan cakupan makna, serta pergeseran sudut pandang. Syarr cenderung mengalami penyempitan ke makna spesifik seperti “azab”; fujūr mengalami pergeseran sudut pandang dari potensi moral menuju perilaku konkret; sedangkan fasād menunjukkan kombinasi penyempitan dan amplifikasi ke ranah sosial, ekologis, dan hukum. Dalam perspektif Relevance Theory, variasi ini merepresentasikan strategi pencapaian relevansi optimal melalui keseimbangan antara efek kognitif dan usaha pemrosesan.
Temuan ini menegaskan bahwa pergeseran makna dalam terjemahan bukanlah deviasi, melainkan strategi komunikatif yang dipengaruhi faktor linguistik, kultural, dan teologis. Variasi diksi berimplikasi pada pembentukan pemahaman pembaca secara teologis, kognitif, dan praksis. Secara konseptual, penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian penerjemahan Al-Qur’an berbasis Relevance Theory serta menawarkan kerangka analisis yang sistematis terhadap pergeseran makna lafaz konseptual. Secara praktis, hasilnya dapat menjadi rujukan bagi pengembangan terjemahan yang lebih akurat sekaligus komunikatif, serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait konsistensi terminologis dan dampak hermeneutis dalam terjemahan Al-Qur’an.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2003 Language Studies > 200313 Indonesian Languages 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2003 Language Studies > 200323 Translation and Interpretation Studies 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2004 Linguistics > 200408 Linguistic Structures (incl. Grammar, Phonology, Lexicon, Semantics) > 20040804 Semantics 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Program Magister > Studi Islam |
| Depositing User: | Mr Ahmad Yasir Huda |
| Date Deposited: | 12 May 2026 03:27 |
| Last Modified: | 12 May 2026 03:27 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53201 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
