Analisis Pembagian Harta Waris Terhadap Anak Angkat Pancingan Perspektif Fiqih Mawaris (Studi Kasus Di Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi)

Indriany, Sabbina Putri (2026) Analisis Pembagian Harta Waris Terhadap Anak Angkat Pancingan Perspektif Fiqih Mawaris (Studi Kasus Di Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
SABBINA PUTRI INDRIANY_222102010057.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK
Sabbina Putri Indriany, 2026: Analisis Pembagian Harta Waris Terhadap Anak Angkat Pancingan Perspektif Fiqih Mawaris (Studi Kasus Di Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi).
Kata Kunci: Anak Angkat Pancingan, Fiqih Mawaris, Pembagian Harta Waris
Anak angkat pancingan adalah praktik pengangkatan anak secara informal yang berkembang dalam tradisi masyarakat dengan tujuan untuk ”memancing” agar orang tua angkat memperoleh keturunan kandung tanpa mengubah status nasab anak tersebut. Di Desa Sumbersewu praktik ini masih kuat dipengaruhi oleh adat dan kepercayaan lokal, di mana anak pancingan sering diberikan bagian harta sebagai simbol penghargaan atau kesepakatan keluarga.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana konsep anak angkat pancingan dalam tradisi masyarakat di Desa Sumbersewu Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi? 2) Bagaimana kedudukan anak angkat pancingan menurut fiqih mawaris? 3) Bagaimana ketentuan pembagian harta waris terhadap anak angkat pancingan menurut fiqih mawaris?
Dari fokus penelitian tersebut akan diteliti terkait konsep anak angkat pancingan yang berkembang dalam berbagai bentuk seperti dengan jangka waktu, tanpa jangka waktu, berdasarkan hukum adat, dan hukum positif. Kemudian akan dianalisis kedudukan anak pancingan yang tetap tidak memiliki hak waris dari orang tua angkat karena terhalang nasab, serta ketentuan fiqih mawaris yang memberikan solusi alternatif melalui hibah atau wasiat wajibah untuk memastikan keadilan sosial.
Jenis penelitian yang dipakai Adalah penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber dan teknik untuk memastikan keabsahan data.
Penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa: 1) Konsep anak pancingan di Desa Sumbersewu merupakan praktik pengasuhan informal dengan tujuan memacing keturunan yang berkembang dalam bentuk jangka waktu tertentu, tanpa jangka waktu, berdasarkan hukum adat, dan hukum positif. 2) Kedudukan anak pancingan menurut hukum Islam dan fiqih mawaris adalah sebagai objek kafalah yang tidak berhak mendapat waris dari orang tua angkat karena tidak adanya hubungan nasab meski dalam praktik masyarakat sering memberi bagian harta sebagai simbol penghargaan sesuai kesepakatan keluarga. 3) Ketentuan fiqih mawaris menegaskan bahwa anak pancingan tidak termasuk ahli waris, namun Islam memberi solusi melalui hibah, wasiat, atau wasiat wajibah maksimal sepertiga bagian harta sesuai ketentuan KHI Pasal 209.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012816 Mawaris (Inheritance)
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180128 Islamic Family Law > 18012829 Islamic Family Issues & Local Tradition
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: miss Sabbina Putri Indriany
Date Deposited: 26 May 2026 03:56
Last Modified: 26 May 2026 03:56
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53660

Actions (login required)

View Item View Item