Wastu, Yare Kapilah (2026) PROSEDUR PENGHAPUSAN BARANG MILIK DAERAH BERUPA KENDARAAN OPERASIONAL PADA BADAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH (BPKAD) KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.
|
Text
Yare Kapilah Wastu_221105030007.pdf Download (6MB) |
Abstract
Kata Kunci: Penghapusan Aset, Barang Milik Daerah, Kendaraan Operasional,
BPKAD.
Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) merupakan bagian penting da
lam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan
efisien. Salah satu tahapan dalam pengelolaan aset daerah adalah penghapusan
kendaraan operasional yang sudah tidak layak pakai, mengalami kerusakan berat,
atau tidak lagi memberikan manfaat ekonomis. Penghapusan aset yang tidak dil
akukan secara tepat dapat menyebabkan penumpukan aset tidak produktif, ketid
aksesuaian data inventaris, serta meningkatnya biaya pemeliharaan kendaraan.
Oleh karena itu, pelaksanaan prosedur penghapusan kendaraan operasional perlu
dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar pengelolaan aset daerah ber
jalan optimal.
Fokus penelitian meliputi: 1) mendeskripsikan prosedur penghapusan Ba
rang Milik Daerah berupa kendaraan operasional pada BPKAD Kabupaten Jem
ber, 2) mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan penghapusan
kendaraan operasional, dan 3) menganalisis peran prosedur penghapusan dalam
mendukung efektivitas manajemen aset daerah.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi. Teknik analisis data dil
akukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, se
dangkan keabsahan data diuji menggunakan teknik triangulasi sumber dan trian
gulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosedur penghapusan kendaraan
operasional di BPKAD Kabupaten Jember telah dilaksanakan sesuai dengan Pera
turan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan
Barang Milik Daerah. Proses penghapusan dilakukan melalui tahapan identifikasi
kendaraan, pemeriksaan kondisi fisik, pengajuan usulan penghapusan, verifikasi
administrasi, persetujuan pejabat berwenang, hingga pencatatan penghapusan da
lam sistem administrasi aset daerah. Penelitian ini juga menemukan beberapa
kendala dalam pelaksanaan penghapusan, antara lain keterbatasan sumber daya
manusia, ketidaksesuaian data administrasi dengan kondisi fisik aset, serta ham
batan administratif yang menyebabkan proses penghapusan membutuhkan waktu
cukup lama.
Penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan prosedur penghapusan ken
daraan operasional memberikan kontribusi terhadap efektivitas manajemen aset
daerah. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya akurasi data inventaris aset, berku
rangnya biaya pemeliharaan kendaraan yang sudah tidak produktif, serta mening
katnya efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset daerah.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 15 COMMERCE, MANAGEMENT, TOURISM AND SERVICES > 1501 Accounting, Auditing and Accountability > 150103 Financial Accounting |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Akuntansi Syariah |
| Depositing User: | Yare Kapilah Wastu |
| Date Deposited: | 26 May 2026 07:24 |
| Last Modified: | 26 May 2026 07:24 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53673 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
