DETERMINAN RISIKO PENGELOLAAN KEUANGAN DI ERA DIGITAL BERBASIS MENTAL ACCOUNTING PADA PENGGUNA FINTECH SHOPEEPAY OLEH GENERASI Z

Sholehah, Nisaus (2026) DETERMINAN RISIKO PENGELOLAAN KEUANGAN DI ERA DIGITAL BERBASIS MENTAL ACCOUNTING PADA PENGGUNA FINTECH SHOPEEPAY OLEH GENERASI Z. Undergraduate thesis, UIN KHAS JEMBER.

[img] Text
Nisaus Sholehah _221105030013.pdf

Download (3MB)

Abstract

Nisaus, Agung Parmono 2026: Determinan Risiko Pengelolaan Keuangan Di Era Digital Berbasis Mental Accounting Pada Pengguna Fintech Shopeepay Oleh Generasi Z Kata Kunci: Risiko Pengelolaan Keuangan, Mental Accounting, Fintech ShopeePay, Generasi Z Penelitian ini mengkaji determinan risiko pengelolaan keuangan Generasi Z (kelahiran 1997-2012), mereka dijuluki digital native yang tumbuh di era fintech berkembang pesat, khususnya ShopeePay menjadi e-wallet terpopuler Indonesia (76% pengguna per Snapcart 2021). Meski fintech memudahkan transaksi (Rp500 triliun volume 2023), Gen Z rentan konsumtif akibat mental accounting dari proses kognitif mengelompokkan uang ke akun mental terpisah (Thaler, 1985), ditambah distorsi teori prospek (Kahneman-Tversky, 1979) seperti persepsi uang digital nggak nyata, framing promo "hemat", dan loss aversion "promo hangus". Mengisi gap riset yang fokus literasi fintech umum, menganalisis pola pengelolaan ShopeePay melalui wawancara untuk mengungkap risiko spesifik dan memberikan rekomendasi strategi pengelolaan perilaku keuangan yang efektif. Fokus Penelitian dalam skripsi ini adalah: 1) Bagaimana pengelolaan keuangan Generasi Z dalam konteks penggunaan fintech ShopeePay? 2) Apa saja determinan risiko pengelolaan keuangan pada pengguna ShopeePay oleh Generasi Z berdasarkan mental accounting? Tujuan Penelitian ini Adalah: 1) Untuk menganalisis pengelolaan keuangan Generasi Z dalam konteks penggunaan fintech ShopeePay. 2) Untuk mengetahui determinan risiko pengelolaan keuangan pada pengguna ShopeePay oleh Generasi Z berdasarkan mental accounting. Penelitian fenomenologi kualitatif ini mewawancarai Gen Z (18-25 tahun, pengguna ShopeePay) di Kabupaten Jember yang dipilih secara purposive dan analisis data mengikuti model Miles-Huberman berupa reduksi, penyajian, serta verifikasi/kesimpulan untuk mengungkap pola mental accounting dan prospect theory dari pengalaman subjektif Generasi Z menggunakan ShopeePay. Hasil penelitian ini adalah 1) Generasi Z mengelola ShopeePay secara adaptif melalui strategi praktis seperti pembagian dana 50:50 untuk tabungan dan belanja, top-up saldo proporsional sesuai harga barang, serta locus of control internal yang memprioritaskan kebutuhan nyata daripada godaan promo sesuai prinsip Gitman tentang perencanaan, pengendalian, dan evaluasi keuangan pribadi. 2) Tiga pola determinan risiko mental accounting utama teridentifikasi berupa pengalaman individu yang membentuk persepsi "promo hangus sama dengan rugi besar" sehingga memicu loss aversion, pengelompokan dana fleksibel di mana "cashback dirasakan berbeda dari uang nyata" menyebabkan batas pengeluaran kabur, dan evaluasi keuangan tidak rutin yang hanya dilakukan secara situasional, diperkuat oleh lima distorsi prospect theory berupa value function, decision framing, psychological accounting, probability, dan certainty effect yang secara sistematis memicu pembelian impulsive.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 14 ECONOMICS > 1402 Applied Economics > 140207 Financial Economics
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Akuntansi Syariah
Depositing User: Ms Nisaus Sholehah
Date Deposited: 03 Jun 2026 03:09
Last Modified: 03 Jun 2026 03:09
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53824

Actions (login required)

View Item View Item