Dinella, Keisya Nahla Mierza (2026) Hubungan Literasi Kesehatan Mental Dengan Perilaku Self-Diagnose Di SMKN 2 Tegalsari Banyuwangi. Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
SKRIPSI KEISYA NAHLA MIERZA DINELLA.pdf Download (2MB) |
Abstract
Fenomena self-diagnose pada remaja semakin meningkat seiring dengan kemudahan
akses informasi kesehatan mental melalui internet dan media sosial. Remaja
cenderung berada pada fase pencarian identitas dan memiliki rasa ingin tahu yang
tinggi terhadap kondisi diri, sehingga lebih mudah tertarik untuk mencari dan
menafsirkan informasi terkait kesehatan mental. Selain itu, paparan konten kesehatan
mental yang masif di media sosial, seperti penjelasan gejala gangguan mental yang
disederhanakan, seringkali membuat remaja merasa memiliki kesamaan dengan
gejala tersebut. Kondisi ini diperkuat dengan keterbatasan pemahaman terhadap
perbedaan antara kondisi emosional normal dan gangguan mental, sehingga
mendorong remaja untuk melakukan self-diagnose tanpa melalui konsultasi dengan
tenaga profesional. Hal ini berkaitan dengan tingkat literasi kesehatan mental yang
dimiliki individu. Literasi kesehatan mental berperan penting dalam membantu
individu memahami informasi kesehatan mental secara lebih tepat sehingga dapat
mengurangi kecenderungan perilaku self-diagnose.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah terdapat hubungan antara
literasi kesehatan mental dengan perilaku self-diagnose pada siswa SMKN 2
Tegalsari Banyuwangi.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara literasi kesehatan
mental dengan perilaku self-diagnose pada siswa SMKN 2 Tegalsari Banyuwangi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan
uji korelasi Spearman melalui program SPSS.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan hubungan yang signifikan antara literasi
kesehatan mental dengan perilaku self-diagnose dengan nilai signifikansi p < 0,001 (p
< 0,05) dan nilai koefisien korelasi r = -0,503. Hasil tersebut menunjukkan hubungan
negatif dengan kekuatan hubungan pada kategori sedang, yang berarti semakin tinggi
literasi kesehatan mental siswa maka kecenderungan perilaku self-diagnose semakin
rendah. Sebaliknya, semakin rendah literasi kesehatan mental siswa maka
kecenderungan perilaku self-diagnose semakin tinggi.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1701 Psychology > 170103 Educational Psychology |
| Divisions: | Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Psikologi Islam |
| Depositing User: | Keisya Nahla Mierza Dinella |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 03:24 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 03:24 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53831 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
