Janan, Achmad Chalimul (2026) ONOMATOPOEIA (SIMBOL BUNYI) DALAM AL QUR’AN: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.
|
Text
Final Skripsi (1).pdf Download (1MB) |
Abstract
Achmad Chalimul Janan, 2026: Onomatopoeia (Simbol Bunyi) dalam Al Qur’an
Analisis: Semiotika Charles Sanders Peirce
Kata kunci : Onomatopoeia , Simbol Bunyi, Semiotika Charles Sanders Peirce
Al-Qur’an sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya menyampaikan pesan
melalui makna kata dan susunan kalimat, tetapi juga melalui aspek bunyi bahasa.
Al-Qur’an juga sering menggunakan simbol dan bahasa kiasan. Simbol-simbol
bunyi seperti ṣayḥah, aṣ-ṣākhkhah, uff, zafīr wa shahīq, nidā’, dan ṣawt al-ḥamīr
membantu memperjelas dan memperkuat pesan moral, nilai-nilai etika, serta
ajaran sosial yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Adapun tujuan dari penelitian ini yakni 1) untuk mengidentifikasi dan
menjelaskan representasi onomatopoeia (simbol bunyi) dalam Al Qur’an. 2)
Untuk menganalisis makna onomatopoeia (simbol bunyi) berdasarkan teori
semiotika Charles Sanders Peirce. 3) Untuk mengetahui keterkaitan dari
onomatopoeia (simbol bunyi) dengan nilai-nilai etika dan spiritual dalam Al
Qur’an.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan metode
penelitian kualitatif. Dimana penelitian ini bersifat deskriptif-analitis. Artinya,
peneliti akan menggambarkan data berupa lafadz-lafadz pada ayat Al-Qur’an yang
mengandung onomatopoeia (simbol bunyi), lalu menganalisisnya menggunakan
teori yang dipilih.
Hasil penelitian mengungkap bahwa onomatopoeia dalam Al-Qur’an
dipresentasikan melalui penggunaan lafaz-lafaz yang memiliki dimensi bunyi
seperti lafaz ṣayḥah dan aṣ-ṣākhkhah memaknai bunyi sebagai simbol kehancuran
dan kedahsyatan kekuasaan ilahi, zafīr wa shahīq menggambarkan penderitaan
yang mendalam, lafaz uff dan ṣawt al-ḥamīr menunjukkan dimensi etis dalam
komunikasi, khususnya terkait pengendalian ucapan dan kualitas suara, sedangkan
lafaz nidā’ merepresentasikan kedekatan spiritual dan ketulusan dalam berdoa.
Dalam kerangka semiotika Charles Sanders Peirce, penerapan onomatopoeia
dianalisis melalui relasi triadik representamen, objek, dan interpretan. Dari
seluruh analisis yang dilakukan, onomatopoeia dalam Al-Qur’an menunjukkan
pola pemaknaan yang konsisten.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir |
| Depositing User: | Achmad Chalimul Janan |
| Date Deposited: | 03 Jun 2026 07:26 |
| Last Modified: | 03 Jun 2026 07:26 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/53892 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
