SIMBOL RUMAH LABA-LABA DALAM QS. AL-‘ANKABŪT: 41: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE

Kamila Putri, Fitriani (2026) SIMBOL RUMAH LABA-LABA DALAM QS. AL-‘ANKABŪT: 41: ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE. Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Fitriani Kamila Putri_222104010024.pdf

Download (1MB)

Abstract

Fitriani Kamila Putri, 2026: Simbol Rumah Laba-Laba Dalam Qs. Al-‘Ankabūt: 41: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce.
Kata Kunci: Rumah Laba-Laba, Semiotika, Charles Sanders Peirce.
Banyak term dan simbol dalam Al-Qur’an yang tidak hanya bisa dimaknai secara literal, tetapi juga menyimpan pesan teologis dan sosial yang mendalam. Salah satu simbol yang terdapat dalam QS. Al -‘Ankabūt ayat 41 adalah perumpamaan rumah laba-laba yang menggambarkan suatu bangunan yang rapuh. Dalam realitas kehidupan modern, terlihat adanya kecenderungan manusia menggantungkan harapan pada materi, popularitas, dan teknologi sebagai sandaran hidup. Kondisi ini sejalan dengan pesan ayat tersebut yang mengkritik bentuk ketergantungan yang rapuh.
Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yakni: (1) Bagaimana struktur tanda dalam QS. Al -‘Ankabūt: 41 perspektif semiotika Charles Sanders Peirce; dan (2) Bagaimana simbol rumah laba-laba dalam QS. Al -‘Ankabūt: 41 merepresentasikan bentuk perlindungan yang rapuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur tanda dalam QS. Al -‘Ankabūt ayat 41 dengan perspektif semiotika Charles Sanders Peirce serta mengungkap makna simbol rumah laba-laba sebagai representasi perlindungan yang rapuh.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research) dan metode deskriptif-analitis. Objek penelitian difokuskan pada simbol rumah laba-laba dalam QS. Al-‘Ankabūt: 41 yang dianalisis menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce. Data diperoleh melalui teknik dokumentasi dari sumber primer berupa QS. Al -‘Ankabūt ayat 41 dan berbagai kitab tafsir, serta sumber sekunder berupa buku, jurnal, dan literatur yang relevan dengan kajian semiotika. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Charles Sanders Peirce yang menitikberatkan pada hubungan triadik antara representamen, objek, dan interpretant. Melalui pendekatan ini, penulis mengkaji simbol rumah laba-laba yang berfungsi sebagai tanda yang mengandung makna simbolik dari struktur bangunan yang rapuh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol rumah laba-laba dalam QS. Al -‘Ankabūt ayat 41 merepresentasikan bentuk perlindungan yang lemah dan tidak memiliki kekuatan hakiki. Secara semiotik, rumah laba-laba dipahami tidak hanya sebagai bentuk fisik yang rapuh, tetapi juga sebagai simbol ketergantungan manusia pada sesuatu selain Allah yang bersifat semu dan mudah runtuh. Kontekstualisasi ayat ini dengan fenomena modern memperlihatkan bahwa ketergantungan pada teknologi, materi, dan pengakuan sosial memiliki sifat yang serupa, yaitu tidak mampu memberikan ketenangan dan perlindungan yang sejati. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar kajian semiotika dalam Al-Qur’an terus dikembangkan serta mendorong masyarakat untuk lebih kritis dalam menentukan sandaran hidup agar tetap berlandaskan nilai-nilai tauhid.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies
Divisions: Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora > Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
Depositing User: Fitriani Kamila Putri
Date Deposited: 04 Jun 2026 03:36
Last Modified: 04 Jun 2026 03:36
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54029

Actions (login required)

View Item View Item