TRADISI LARANGAN MANDI PENGANTIN DI DUSUN GARUNGGUNGAN DESA BANDILAN KECAMATAN PRAJEKAN KABUPATEN BONDOWOSO: ANALISIS HUKUM ISLAM DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT LOKAL

Kamila, Nur (2026) TRADISI LARANGAN MANDI PENGANTIN DI DUSUN GARUNGGUNGAN DESA BANDILAN KECAMATAN PRAJEKAN KABUPATEN BONDOWOSO: ANALISIS HUKUM ISLAM DAN PERSPEKTIF MASYARAKAT LOKAL. Undergraduate thesis, UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER.

[img] Text
Nur Kamila _224102010025.pdf

Download (2MB)

Abstract

ABSTRAK
Nur Kamila, 2026:Tradisi Larangan Mandi Pengantin di Dusun Garunggungan Desa Bandilan Kecamatan Prajekan Kabupaten Bondowoso: Analisis Hukum Islam dan Perspektif Masyarakat Lokal
Kata Kunci: Tradisi, Larangan Mandi Pengantin, ‘Urf, Hukum Islam, Masyarakat Lokal
Penelitian ini mengkaji tradisi larangan mandi bagi pengantin yang berkembang di Dusun Garunggungan, Kecamatan Prajekan, Kabupaten Bondowoso, sebagai bagian dari adat pernikahan masyarakat setempat. Tradisi ini merupakan kebiasaan turun-temurun yang masih dilestarikan dan diyakini memiliki makna tertentu dalam menunjang kelancaran prosesi pernikahan. Dalam praktiknya, calon pengantin dilarang untuk mandi selama kurang lebih tiga hari sebelum pelaksanaan pernikahan, dengan keyakinan hal tersebut dapat mencegah turunnya hujan serta menjaga kelancaran acara agar berjalan lancar. Keberadaan tradisi ini menunjukkan adanya hubungan antara nilai budaya lokal dengan kepercayaan masyarakat, sehingga menarik untuk dikaji lebih lanjut
Dalam penelitian ini memiliki dua fokus penelitian yaitu sebagaimana yang telah ditulis dalam skripsi sebagai berikut: 1) Bagaimana Tradisi Larangan Mandi Bagi Pengantin di Dusun Garunggungan? 2) Bagaimana Perspektif Hukum Islam dan Perspektif Masyarakat Lokal Terhadap Larangan Mandi Bagi Pengantin?
Dalam penelitian ini memiliki dua tujuan penelitian sebagaimana yang telah ditulis dalam skripsi sebagai berikut: 1) Untuk Mengetahui Tradisi Larangan Mandi Bagi Pengantin di Dusun Garunggungan. 2) Untuk Mengetahui Perspektif Hukum Islam dan Perspektif Masyarakat lokal Terhadap larangan Mandi Bagi Pengantin.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Analisis data menggunakan pendekatan deduktif dengan teori ‘urf dalam hukum Islam.
1) Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi larangan mandi dilaksanakan sejak sekitar tiga hari sebelum pernikahan dan pada sebagian masyarakat masih dianggap penting sebagai bentuk penghormatan terhadap adat turun-temurun. 2) Dari perspektif masyarakat lokal, tradisi ini diyakini dapat menjaga kelancaran acara, meskipun terdapat pula pandangan kritis yang menyatakan bahwa hujan merupakan kehendak Allah SWT. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi tersebut dapat dikategorikan sebagai ‘urf sahih selama dipahami sebagai anjuran adat, tidak diyakini sebagai kewajiban, serta tidak memengaruhi sah atau tidaknya pernikahan. Dengan demikian, tradisi ini dapat diterima selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga
Depositing User: Ms Nur Kamila
Date Deposited: 09 Jun 2026 03:51
Last Modified: 09 Jun 2026 03:51
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/54469

Actions (login required)

View Item View Item