Aliya Rahma, Vika (2026) Pelaksanaan Sistem Dum Adil Dalam Pembagian Waris Di Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi (Analisis Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Dan Kompilasi Hukum Islam). Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Vika Aliya Rahma_222102010066.pdf Download (5MB) |
Abstract
Vika Aliya Rahma, 2026: Pelaksanaan Sistem Dum Adil Dalam Pembagian Waris Di Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi (Analisis Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam).
Kata kunci: waris, sistem dum adil, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Kompilasi Hukum Islam
Sistem dum adil merupakan salah satu cara pembagian waris yang dikenal oleh masyarakat Jawa dengan bagian yang sama rata untuk laki-laki dan perempuan, sebagaimana yang terjadi pada masyarakat di Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Namun, dalam pelaksanaannya perlu adanya kejelasan atau titik temu dalam pelaksanaan pembagian waris yang terjadi di masyarakat.
Fokus penelitian ini adalah: 1) Bagaimana pelaksanaan pembagian waris di Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi? 2) Mengapa masyarakat di Desa Sembulung menggunakan dum adil dalam membagi harta waris? 3) Bagaimana perspektif KUHPerdata dan KHI terhadap praktik pembagian waris dum adil di Desa Sembulung?
Tujuan penelitian ini adalah: 1) untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembagian waris dengan sistem dum adil di Desa Sembulung Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. 2) untuk menganalisis faktor-faktor yang melatarbelakangi pembagian waris dengan sistem dum adil pada masyarakat Desa Sembulung. 3) untuk menganalisis pembagian waris dengan sistem dum adil perspektif Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Kompilasi Hukum Islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yang mengkaji dan menganalisis bekerjanya hukum waris di masyarakat, melalui metode pengumpulan data yaitu wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) pelaksanaan dum adil dalam pembagian waris yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Sembulung melalui musyawarah bersama oleh seluruh ahli waris yang menghasilkan kesepakatan bersama. 2) pada pembagian waris ini masing-masing ahli waris menerima bagian yang sama rata. Hal itu, dianggap bagian yang adil, sehingga mencegah terjadinya konflik. 3) Pembagian waris dengan bagian yang sama rata atau sama besarnya antara laki-laki dan perempuan selaras dengan Pasal 852 KUHPerdata, tetapi bagian yang sama rata tersebut tidak sejalan dengan ketentuan dalam Pasal 176 KHI dan Q.S. An-Nisa ayat 11-12. Namun, pembagian waris ini memiliki legitimasi hukum Islam melalui mekanisme perdamaian sebagaimana yang diakomodir dalam Pasal 183 KHI, meskipun tidak terpenuhi secara keseluruhan unsur-unsur dari pasal 183 KHI tersebut. Namun, pembagian ini dapat menjadi solusi yang sah secara hukum melalui mekanisme perdamaian, sebab seluruh ahli waris rida dan sepakat dengan bagian yang diterima.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga |
| Depositing User: | Vika Aliya Rahma |
| Date Deposited: | 22 Jun 2026 01:09 |
| Last Modified: | 22 Jun 2026 01:09 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55198 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
