Fenomena Marriage is scary Dan Peran Bimbingan Pra Nikah Dalam Mempersiapkan Kesehatan Mental Dan Emosional Calon Pengantin: Studi Kontekstual Di KUA Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang

Najmudin, Mohammad Zecky (2026) Fenomena Marriage is scary Dan Peran Bimbingan Pra Nikah Dalam Mempersiapkan Kesehatan Mental Dan Emosional Calon Pengantin: Studi Kontekstual Di KUA Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Masters thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
MOHAMMAD ZECKY NAJMUDIN_243206050002.pdf

Download (3MB)

Abstract

Mohammad Zecky Najmudin, 2025, Fenomena Marriage is scary Dan Peran Bimbingan Pra Nikah Dalam Mempersiapkan Kesehatan Mental Dan Emosional Calon Pengantin: Studi Kontekstual Di KUA Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang. Program Studi Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
Kata Kunci: Fenomena “Marriage is scary” dalam Perspektif Psikososial, Kesiapan Psikologis dan Emosional dalam Pernikahan, Efektivitas Bimbingan Pra-Nikah: Studi Kontekstual, Studi Lapangan di KUA Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang.

Fenomena marriage is scary merefleksikan disorientasi kultural dan spiritual akibat modernitas yang mengikis makna transendental pernikahan, khususnya di kalangan Gen Z, serta termanifestasi dalam kecenderungan penundaan pernikahan tanpa uzur yang berakar pada lemahnya integrasi nilai spiritual dan sosial. Kondisi ini dipengaruhi oleh narasi negatif media sosial, trauma masa lalu, dan tekanan ekonomi, sehingga bimbingan perkawinan menjadi instrumen strategis untuk evaluasi dan penguatan kesiapan individu dalam menghadapi pernikahan.
Adapun fokus penelitian ini adalah (1). konstruksi sosial dan psikologis calon pengantin terhadap pernikahan dan ketakutan yang mereka rasakan, (2) Faktor-faktor psikososial apa yang berkontribusi terhadap ketidaksiapan mental dan emosional calon pengantin menjelang pernikahan, (3). Strategi untuk meningkatkan efektivitas bimbingan pra-nikah dalam memperkuat kesiapan psikologis dan ketahanan emosional calon pengantin. Penelitian ini bertujuan (1). menganalisis konstruksi sosial-psikologis calon pengantin di Kecamatan Kunir Lumajang dalam memaknai pernikahan beserta dinamika ketakutan yang menyertainya (“marriage is scary”), (2). mengkaji faktor-faktor psikososial yang memengaruhi ketidaksiapan mental-emosional menjelang pernikahan, dan (3). merumuskan strategi intervensi efektif untuk meningkatkan kualitas bimbingan pra-nikah guna memperkuat kesiapan psikologis dan ketahanan emosional calon pengantin.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif (yuridis empiris) dengan metode gabungan normatif dan empiris untuk mengkaji secara komprehensif konstruksi sosial-psikologis calon pengantin di Kabupaten Lumajang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1). Calon pengantin di Kecamatan Kunir memaknai pernikahan sebagai institusi sakral berbasis religius-kultural, namun diwarnai ambivalensi akibat konflik rumah tangga, tekanan ekonomi, dan perubahan peran gender; secara psikologis, (2). fenomena “marriage is scary” mencerminkan kecemasan antisipatorik yang dipicu faktor psikososial kompleks seperti trauma relasional, narasi negatif media sosial, kekhawatiran ekonomi, dan disfungsi keluarga, (3). Hasilnya bimbingan pra-nikah di KUA perlu diperkuat melalui pendekatan integratif-transformasional yang menekankan rekonstruksi makna, regulasi emosi, komunikasi, dan manajemen konflik, serta diperluas secara sistemik ke tingkat remaja dan masyarakat.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 17 PSYCHOLOGY AND COGNITIVE SCIENCES > 1799 Other Psychology and Cognitive Sciences > 179999 Psychology and Cognitive Sciences not elsewhere classified
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: Men Mohammad Zacky Najmudin
Date Deposited: 18 Jun 2026 07:28
Last Modified: 18 Jun 2026 07:28
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55294

Actions (login required)

View Item View Item