Najiha, Rina (2026) Resepsi Nilai-Nilai Keislaman Dalam Mocoan Lontar Yusup Pada Masyarakat Desa Kemiren Kecamatan Glagah Banyuwangi. Masters thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
RINA NAJIHA_243206080004 (1).pdf Download (4MB) |
Abstract
Penelitian ini berangkat dari masyarakat Desa Kemiren secara konsisten mempertahankan Mocoan Lontar Yusup di tengah modernisasi. Tradisi sastra lisan beraksara Pegon ini beroperasi sebagai medium akulturasi dakwah Islam dalam berbagai ritus kehidupan Osing. Namun, transmisi tradisi ini mengalami hambatan serius akibat krisis regenerasi penembang, degradasi literasi Pegon pada kalangan pemuda, serta penetrasi budaya digital. Kajian terdahulu masih berpusat pada analisis struktur teks dan deskripsi ritual semata, sehingga menyisakan kekosongan akademis pada ranah penerimaan khalayak. Menggunakan kerangka teori resepsi sastra, penelitian ini krusial guna membongkar mekanisme internalisasi dan aktualisasi nilai-nilai keislaman naskah tersebut oleh masyarakat kontemporer di tengah dinamika perubahan sosial
Fokus penelitian dalam tesis ini adalah: 1) Bagaimana masyarakat Desa Kemiren meresepsi nilai keislaman dalam Tradisi Mocoan Lontar Yusup?2) Apa saja faktor yang melatarbelakangi masyarakat Desa Kemiren dalam meresepsi nilai-nilai keislaman pada Tradisi Mocoan Lontar Yusup?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif etnografis yang dilaksanakan di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui tiga teknik: observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan narasumber kunci yang dipilih secara purposif; serta studi dokumentasi. Penelitian menggunakan teknik analisis dari Miles, Huberman, dan Saldana serta intertekstual dari Julia Kristeva. Penelitian ini juga menggunakan teori resepsi Jauss dan teori kebudayaan C. Geertz.
Penelitian menemukan bahwa resepsi nilai-nilai keislaman (Akidah, Syariah, dan Akhlak) dalam tradisi Mocoan Lontar Yusup di Desa Kemiren berlangsung secara dinamis melalui negosiasi aktif antara horizon teks Al-Qur'an, adaptasi Lontar, dan worldview komunitas. Negosiasi ini membentuk empat pola fusi horizon (Horizontverschmelzung), yakni fusi konsisten, ekspansi horizon, lokalisasi konseptual, dan lompatan horizon, yang teraktualisasi dalam tiga dimensi resepsi: kognitif-naratif, afektif-spiritual, dan performatif-sosial. Faktor yang melatarbelakangi resepsi masyarakat yang berkelanjutan (self-sustaining) ini didorong oleh sinergi lima variabel pembentuk, yaitu epistemik (latar belakang pesantren penembang), posisional (struktur peran sosial dalam mocoan), situasional (konteks ritual hajatan), temporal (transmisi antargenerasi), dan kultural-ideologis (karakter Islam Osing yang non-dikotomis). Sinergi keseluruhan elemen tersebut membuktikan bahwa Mocoan Lontar Yusup bukan sekadar wahana transmisi nilai, melainkan ruang ekspresi keagamaan Islam Osing yang organik, inklusif, dan terus relevan lintas generasi.
Kata kunci: Resepsi, nilai-nilai keislaman, Mocoan Lontar Yusup, Desa Kemiren.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1601 Anthropology > 160104 Social and Cultural Anthropology 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2002 Cultural Studies > 200202 Asian Cultural Studies 22 PHILOSOPHY AND RELIGIOUS STUDIES > 2204 Religion and Religious Studies > 220403 Islamic Studies |
| Divisions: | Program Magister > Studi Islam |
| Depositing User: | Ms. Rina Najiha |
| Date Deposited: | 23 Jun 2026 01:22 |
| Last Modified: | 23 Jun 2026 01:22 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55443 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
