Rahmatika, Fairuza Dini (2026) KONSERVASI LINGKUNGAN SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOSIAL OLEH TAMAN NASIONAL MERU BETIRI PADA PETANI REHABILITASI DI DESA SANENREJO KABUPATEN JEMBER. Undergraduate thesis, UIN KHAS Jember.
|
Text
Fairuza Dini Rahmatika_221103020008.pdf Download (1MB) |
Abstract
Program konservasi lingkungan di Taman Nasional Meru Betiri bertujuan menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat melalui program rehabilitasi lahan. Program ini melibatkan masyarakat sebagai petani rehabilitasi melalui sistem lahan tetelan dan pembentukan kelompok tani rehabilitasi. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan seperti konflik pemanfaatan lahan dan keterbatasan kapasitas masyarakat.
Penelitian ini mempunyai fokus permasalahan yaitu : 1) bagaimana bentuk program konservasi lingkungan yang dilakukan oleh Taman Nasional Meru Betiri di Desa Sanenrejo, 2) bagaimana peran Taman Nasional Meru Betiri dalam program konservasi sebagai sarana penguatan sosial pada petani rehabilitasi, dan 3) apa saja peluang dan hambatan dalam pelaksanaan program konservasi lingkungan di Desa Sanenrejo.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apa saja program konservasi lingkungan yang dilakukan oleh Taman Nasional Meru Betiri. Untuk mengetahui Bagaimana peran Taman Nasional Meru Betiri dalam program konservasi lingkungan sebagai sarana penguatan sosial pada petani rehabilitasi di desa Sanenrejo.Untuk mengetahui peluang dan hambatan dalam menjalankan program konservasi lingkungan oleh Taman Nasional Meru Betiri di desa Sanenrejo.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Sanenrejo, Kabupaten Jember, dengan subjek penelitian yang terdiri atas dua petani rehabilitasi, tiga petugas Taman Nasional Meru Betiri, dan satu perangkat desa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa program konservasi dilakukan melalui rehabilitasi lahan dengan pola agroforestri dan pembentukan kelompok tani rehabilitasi. Taman Nasional Meru Betiri berperan sebagai edukator, fasilitator, mediator, dan regulator dalam mendukung keberhasilan program konservasi berbasis masyarakat. Kelompok tani menjadi sarana penguatan sosial melalui kerja sama, koordinasi, dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kawasan hutan. Namun pelaksanaan program masih menghadapi hambatan berupa konflik lahan dan faktor ekonomi masyarakat.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
