Tantangan Digitalisasi Administrasi Pencatatan Nikah Berdasarkan PMA Nomor 30 Tahun 2024 (Studi KUA Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember)

Al Hafi, A. Rozi (2026) Tantangan Digitalisasi Administrasi Pencatatan Nikah Berdasarkan PMA Nomor 30 Tahun 2024 (Studi KUA Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember). Undergraduate thesis, UIN KH Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
A Rozi Al hafi_222102010001 R2.pdf

Download (2MB)

Abstract

Kata Kunci: Tantangan Digitalisasi, Pencatatan Nikah, PMA Nomor 30 Tahun 2024
Terbitnya PMA 30 Tahun 2024 semakin menegaskan bahwa pemerintah berupaya untuk memudahkan proses pencatatan secara elektronik. Namun fakta di lapangan menunjukkan angka pendaftaran secara elektronik semakin menurun.Adanya kesenjangan antara aturan dengan data di lapangan menjadikan penulis tertarik untuk mendalami fenomena tersebut dengan lebih dalam mengkajinya.
Berdasarkan konteks penelitian, terdapat tiga fokus penelitian yaitu: 1) Apa yang melatar belakangi calon pengantin memilih pendaftaran online atau konvensional ? 2) Bagaimana upaya KUA Kaliwates dalam peningkatan layanan pendaftaran online? 3) Bagaimana Tantangan KUA Kaliwates Kabupaten Jember dalam peningkatan digitalisasi?
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yantu penelitian hukum empiris, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologi hukum.Kemudian Teknik pengumpuan data dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.Serta teknik analisa dari menentukan fakta hukum, menghimpun sumber, menganalisa masalah dan terakhir adalah menarik Kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Pendaftaran kehendak nikah bisa dilakukan dengan dua metode yakni sistem online dan konvensional.Di KUA Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember, latar belakang calon pengantin memilih pendaftaran online adalah di dorong oleh kualitas individu dan penguatan sosial dari lingkungan tempat tinggal dan kerabatnya, yang sudah lebih dulu beradaptasi dengan dunia teknologi.Sedangkan, latar belakang pendaftar melalui metode konvensional dikarenakan lingkungan tempat tinggal dan sosialnya menginstruksikan bahwa dalam memilih metode, cara manual merupakan standar yang lazim dan terpercaya. 2) Upaya KUA Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember dalam peningkatan layanan pendaftaran online adalah meningkatkan pelayanan berbasis pendaftaran online melalui SIMKAH (Sistem Informasi dan Manajemen Nikah), hal ini sesuai dengan prinsip prinsip yang ada pada good governance, meskipun dibeberapa aspek masih belum optimal seperti aspek Efektifitas dan Partisipasi dari masyarakat.Upaya KUA Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember dalam peningkatan layanan pendaftaran online juga telah selaras dengan konsep Maslahah Al-Mursalah, pada jenis maslahah hajiyyah. 3) Tantangan KUA Kaliwates Kabupaten Jember dalam peningkatan digitalisasi adalah bukan pada substansi hukumnya yang dalam hal ini tertuang dalam PMA No. 30 Tahun 2024, melainkan pada aspek sosiologis dan budaya hukum masyarakat.Adanya fenomena dualisme layanan antara sistem konvensional dan digital menjadi bukti bahwa proses implementasi masih berada pada tahap transisi yang dipengaruhi oleh kebiasaan lama masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180113 Family Law
18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1899 Other Law and Legal Studies > 189999 Law and Legal Studies not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Syariah > Ahwal As-Syakhsyiyyah
Depositing User: Rozi Ahmad Rozi
Date Deposited: 24 Jun 2026 04:54
Last Modified: 24 Jun 2026 04:54
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55851

Actions (login required)

View Item View Item