Analisis Naratif Model Tzvetan Todorov Atas Narasi Satire Bencana Alam Dalam Konten Tiktok Axel Acjoo

Ghozali, Muhammad Imam (2026) Analisis Naratif Model Tzvetan Todorov Atas Narasi Satire Bencana Alam Dalam Konten Tiktok Axel Acjoo. Undergraduate thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
Muhammad Imam Ghozali_D20191139.pdf

Download (1MB)

Abstract

Muhammad Imam Ghozali, 2026 : Analisis Naratif Model Tzvetan Todorov Atas Narasi Satire Bencana Alam Dalam Konten Tiktok Axel Acjoo.
Kata kunci : Analisis Naratif, Media Sosial, Satire Bencana Alam, Kritik Sosial
Lansekap komunikasi kontemporer saat ini mengalami pergeseran paradigma seiring dengan dominasi ekosistem digital yang masif, di mana TikTok telah berevolusi menjadi ruang konstruksi realitas yang memengaruhi persepsi publik terhadap isu krusial seperti bencana alam. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya fenomena anomali di Indonesia dalam merespons peristiwa tragis melalui gaya komunikasi satire di media sosial. Konten kreator Axel Acjoo menjadi representasi dari pergeseran ini dengan mengemas realitas pahit bencana Sumatera dan Aceh tahun 2025 melalui narasi sarkastik yang menabrak pakem melankolis tradisional.
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi struktur naratif satire bencana alam berdasarkan model Tzvetan Todorov, menganalisis elemen visual dan verbal satire yang digunakan, serta menjelaskan makna yang dihasilkan dari narasi tersebut di ruang digital. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan memadukan pendekatan analisis naratif model Tzvetan Todorov dan teori kritik sosial. Data primer diperoleh langsung dari konten video pada akun TikTok @axelacjoo melalui teknik observasi digital dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur naratif Axel Acjoo membentuk pola "Narasi Sirkular yang Ironis," di mana tahap disruption berupa ironi bantuan yang minim menghancurkan ekspektasi equilibrium awal. Titik terkuat narasi terletak pada tahap attempt to repair yang didekonstruksi melalui "terapi kejut" berupa satire ironi sebagai bentuk perlawanan simbolik terhadap ketimpangan bantuan pemerintah. Struktur ini membuktikan bahwa durasi singkat TikTok mampu menampung narasi kompleks yang menghasilkan punchline kritis.
Konstruksi representasi bencana dalam konten tersebut dilakukan melalui teknik visual dissonance, yakni membenturkan diksi verbal yang hiperbolis dan sopan dengan elemen visual yang pahit, seperti simbol "satu tenda merah" sebagai metafora ketidakhadiran negara. Secara denotatif, konten tampak sebagai laporan lapangan biasa, namun secara konotatif mengandung makna "Gugatan terhadap Banalitas Pencitraan". Temuan ini juga mengungkap adanya ambiguitas makna yang kuat, terutama pada konten klarifikasi yang merepresentasikan batas demokrasi digital dan tekanan sistemik di Indonesia.
Simpulan penelitian menegaskan adanya hubungan dialektis antara struktur naratif, teknik representasi, dan interpretasi makna dalam membentuk kesadaran kolektif audiens. Satire bencana di ruang digital telah bertransformasi menjadi instrumen jurnalisme warga yang efektif untuk mendorong akuntabilitas publik di tengah situasi darurat. Peneliti menyarankan agar kreator konten terus memanfaatkan pendekatan satire edukatif sebagai kontrol sosial, sementara pemerintah diharapkan lebih responsif terhadap kritik publik di media baru.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: 16 STUDIES IN HUMAN SOCIETY > 1608 Sociology > 160899 Sociology not elsewhere classified
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: men Muhammad Imam Ghozali
Date Deposited: 24 Jun 2026 07:05
Last Modified: 24 Jun 2026 07:05
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55886

Actions (login required)

View Item View Item