Chaliq Putra, Ari Asisaka (2026) STRATEGI KOMUNIKASI DAKWAH PESANTREN DALAM MEMPERKUAT PROGRAM EKOTEOLOGI. Masters thesis, pascasarajana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.
|
Text
Ari Asisaka Chaliq Putra 243206070004.pdf Download (5MB) |
Abstract
Kata kunci: Strategi komunikasi, ekoteologi, etnografi,
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya krisis lingkungan yang
menuntut hadirnya kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai keagamaan, termasuk di
lingkungan pesantren. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren memiliki
peran strategis dalam membangun kesadaran dan perilaku peduli lingkungan
melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis strategi komunikasi yang digunakan oleh pesantren,
khususnya Eco-pesantren di Jawa Timur, dalam mensosialisasikan nilai-nilai
ekoteologi di lingkungan pesantren.
Strategi komunikasi dakwah pesantren dalam memperkuat program
ekoteologi dilakukan melalui penyampaian pesan keagamaan, keteladanan,
pembiasaan, dan partisipasi santri dalam kegiatan peduli lingkungan. Berbagai
penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang bersifat persuasif dan
berbasis praktik nyata efektif dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi, sehingga
kesadaran menjaga lingkungan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi
juga menjadi budaya dan perilaku sehari-hari di lingkungan pesantren.
Metode yang digunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi
untuk memahami secara mendalam praktik komunikasi dakwah dalam konteks
kehidupan pesantren. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi
partisipatif, wawancara mendalam dengan pengasuh, ustadz, dan santri, serta
dokumentasi kegiatan pesantren. Analisis data dilakukan dengan model interaktif
yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji
keabsahan melalui triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi: 1) komunikasi dakwah di
kedua pesantren dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu dakwah bil lisan,
dakwah bil hal, dan dakwah bil qalam. Dakwah bil lisan diwujudkan dalam
bentuk pengajian, ceramah, dan kajian kitab yang mengintegrasikan nilai-nilai
lingkungan. Dakwah bil hal dilakukan melalui praktik nyata seperti penghijauan,
pengelolaan sampah, serta pemanfaatan lahan untuk kegiatan pertanian dan
kebersihan lingkungan. 2). Bentuk pesan dakwah di Pondok Pesantren Nurul
Qarnain dan Asy-Syarifiy menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai
bagian dari ajaran Islam. Narasi yang dibangun mengarahkan santri untuk
memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian alam melalui
pembiasaan dan keteladanan. Sementara itu, simbol dakwah diwujudkan dalam
berbagai kegiatan dan fasilitas Eco-Pesantren, seperti kebersihan lingkungan,
pengelolaan sampah, dan penghijauan, yang menjadi sarana penanaman nilai-nilai
ekoteologi kepada santri.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200101 Communication Studies 20 LANGUAGE, COMMUNICATION AND CULTURE > 2001 Communication and Media Studies > 200105 Organisational, Interpersonal and Intercultural Communication |
| Divisions: | Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Ari Asisaka Chaliq Putra |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 07:34 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 07:34 |
| URI: | http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55897 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
