Negosiasi Relasi Kuasa Dalam Perkawinan Muslim Generasi Muda : Studi di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember

Fahmi, Ahmad (2026) Negosiasi Relasi Kuasa Dalam Perkawinan Muslim Generasi Muda : Studi di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Masters thesis, UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember.

[img] Text
TESIS AHMAD FAHMI.pdf

Download (16MB)

Abstract

Fahmi, Ahmad, 2026. Negosiasi Relasi Kuasa Dalam Perkawinan Muslim Generasi Muda : Studi di Desa Curahkalong Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember. Tesis Program studi Hukum Keluarga Pascasarjana Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember. Pembimbing (1) Dr. Pujiono, M.Ag. (2) Dr. Busriyanti, M.Ag.
Kata Kunci : Negosiasi, Perkawinan, Pasangan Muslim, Fenomenologis

Desa Curahkalong, Jember Jawa Timur, menjadi salah satu desa yang pesat perkembangannya bagi masyarakat Jawa dan Madura, di wilayah tersebut masyarakatnya masih banyak yang tertinggal baik dari segi ekonomi maupun literasi kemajuan zaman, hal ini bisa dibuktikan dengan kondisi masyarakatnya yang mempunyai pola pikir terbelakang, kuatnya kontrol sosial serta kuatnya tradisi keagamaan lokal yang mengesampingkan pengetahuan umum, asik dan terfokus pada adat budaya yang kurang relevan, seperti bagaimana cara menyelesaikan masalah (Problem Solving) pada rumah tangga khususnya pada pasangan muda Curahkalong, serta apa saja yang melatarbelakangi maraknya fenomena pernikahan muda di wilayah tersebut.
Fokus Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: Pertama Apa penyebab maraknya pernikahan usia muda di Desa Curahkalong. Kedua, Bagaimana negosiasi relasi kuasa pasangan muslim generasi muda (Fresh maried) desa Curahkalong. Ketiga, Apa saja faktor yang mempengaruhi pembentukan keluarga sakinah pasangan muslim muda Curahkalong .
Penelitian ini menerapkan pendekatan penelitian lapangan (Field Research) dengan metode kualitatif. Wilayah penelitian terletak di Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember. Pengambilan sampel memakai metode purposive sampling, sementara pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data ditempuh dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan dengan teknik menggunakan triangulasi sumber dan teknik berupa kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian, Pertama, terkait fenomena penyebab maraknya pernikahan generasi muda desa Curahkalong didasari oleh dua hal dorongan orang tua (eksternal), keinginan pribadi (internal) dan insiden hamil diluar nikah (Maried By Acident), hal ini menjadi salah satu sebab banyaknya fenomena rumah tangga pasangan muda kurang terlalu diperhatikan dalam hak dan kewajiban sehingga kurang faham akan prioritas rumah tangga. Kedua, Negosiasi relasi kuasa pasangan suami istri dalam menjalani rumah tangga sangat relevan dengan teori dari Amina Wadud, dimana tidak ada yang paling dominan atas kuasa gender, akan tetapi rumah tangga itu diciptakan dengan kondisi seimbang (Balance) keduanya saling menghormati, saling tangggung jawab sera tidak merasa paling unggul. Ketiga, Faktor pembentukan keluarga sakinah bisa tercipta jika posisi finansial Spritual cukup tepenuhi, hal ini juga berkaitan dengan kebutuhan lahiriah maupun bathiniyah pasangan suami istri.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: 18 LAW AND LEGAL STUDIES > 1801 Law > 180126 Tort Law
Divisions: Program Magister > Hukum Keluarga
Depositing User: thesis AHMAD FAHMI
Date Deposited: 24 Jun 2026 07:53
Last Modified: 24 Jun 2026 07:53
URI: http://digilib.uinkhas.ac.id/id/eprint/55913

Actions (login required)

View Item View Item